Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengunjungi Kelurahan Menteng, Jakarta Pusat, untuk meninjau program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), Sabtu (12/9/2026). Saat tinjauan tersebut, Maruarar mengunjungi beberapa lokasi yang menjadi penerima bantuan berupa bedah rumah.
Tahun ini, program BSPS direncanakan jauh lebih tinggi dari sebelumnya. Pada 2025, program ini memiliki target 45.000 rumah, sedangkan tahun ini menargetkan 400.000 rumah di Indonesia.
BACA JUGA:Maruarar Naikkan Target Bedah Rumah Jadi 400.000 Unit Tahun Ini
BACA JUGA:Kejar Target Sawah Dilindungi, Pemerintah Sinkronkan Pangan dan Perumahan
BACA JUGA:Kajian Rumah di Atas Sungai Ditargetkan Rampung Desember
“Ada 45.000 rumah yang diperbaiki di seluruh Indonesia. Tahun ini ada 400.000 rumah, ujar Maruarar.
Di Jakarta, tahun lalu terdapat 158 rumah yang diperbaiki, dan tahun ini sebanyak 10.300 kuota akan disediakan untuk program BSPS, menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Kawasan Permukiman PKP, Musrifah.
Tahun lalu 158, sekarang 10.300,” tutur Musrifah.
Namun, dia menyatakan, baru sebesar 970 bantuan yang dikerahkan dari total 10.300 kuota tersebut. Maruarar menegaskan, rumah yang tidak layak harus segera diperbaiki.
“Yang tidak layak ini, kita perbaiki,” tegas Maruarar.
Di Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, sudah berjalan proses verifikasi 434 data. Di antaranya adalah data dari Kelurahan Menteng, Kelurahan Pegangsaan, Kelurahan Cikini, dan Kelurahan Kebon Sirih.
“Saat ini kita lagi verifikasi 434 di Kecamatan Menteng. Kelurahan Menteng itu 373. Kelurahan Pegangsaan 21. Cikini 15. Kebon sirih 25,” tutur Kepala Balai BP3KP Jawa I, Elias Wijaya Panggabean.
Maruarar mengatakan program ini terbuka, dan dapat diawasi oleh rakyat. Tujuan dari program ini adalah untuk memperbaiki rumah yang sudah tidak layak huni.
“Ini terbuka, sehingga rakyat bisa mengawasi,” ujar Maruarar.
/2026/05/21/1633191104.jpg)
/2026/02/12/1519123083.jpg)
/2026/05/25/465368173.jpg)
/2024/06/06/1661469723.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346870/original/027337400_1789214833-BRICS_2026-12_September_2026b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296727/original/008242400_1784022507-3fa60472-8dcd-43de-8f2d-dc9c188e0f52.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309013/original/069225700_1785214716-107347162-1702486289346-gettyimages-1852400117-_cf23021_tuz1gxpa.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4838233/original/057874200_1716263381-AP24141612292346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5414819/original/052620000_1763352087-ilustrasi_perak.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352153/original/096135700_1610959711-20210118-Emas-Antam-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192691/original/020094000_1595929324-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305546/original/010853000_1784797139-Meet_the_New_BitMEX_App_1200x675_en.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313338/original/051092900_1785634551-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_35_29_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344766/original/032034000_1789000970-ChatGPT_Image_Sep_10__2026__07_42_04_AM.jpg)