Jakarta – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengusulkan kepada CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani, agar operasionalisasi PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) selaku BUMN ekspor bisa memakai Sistem Informasi Mineral dan Batubara (Simbara).
Menurut dia, monitoring DSI untuk pengawasan ekspor satu pintu bakal lebih efisien dengan memanfaatkan Simbara. Lantaran terbukti mampu memantau praktik menyimpang dalam ekspor sumber daya alam (SDA) khususnya baru bara.
BACA JUGA:10 Family Office Terbesar di Dunia
BACA JUGA:Mengenal Family Office, Pengelola Aset Keluarga Kaya Lintas Generasi
BACA JUGA:Prabowo Setuju Bentuk Family Office, Siap Rekrut Tokoh Senior Inggris
Saya sudah usulkan tadi malam kepada Rosan untuk disampaikan kepada presiden, kita gunakan juga Simbara yang traceability yang sudah ada dengan badan ini (DSI) memakai sistem itu, ujar dia di kantornya, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Dalam masa kepemimpinannya sebagai Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves), ia mengklaim Simbara sukses mencegah kebocoran penerimaan negara hingga 40 persen, hanya dari komoditas batu bara saja.
Kendati begitu, ia belum bisa memproyeksikan berapa penerimaan negara yang bisa ditingkatkan jika nantinya BUMN ekspor turut memakai sistem tersebut.
Saya tidak tahu berapa angkanya nominal. Tapi yang saya sampaikan, yang saya bisa katakan karena saya sudah ngerjakan ini waktu Menko Marves, Simbara untuk batu bara, kan sudah kita kerjain, itu saya kira menghemat sampai 40 persen, ungkapnya.
Tapi sekarang dengan program Presiden lebih jelas begini, saya kira angkanya akan cukup besar itu dan tidak menimbulkan keributan. Karena kita menggunakan sistem digitalisasi dengan berbasis AI, tegas dia.
Sumbang Ratusan Triliun Rupiah Penerimaan
Sebelumnya, Sri Mulyani Indrawati selaku Menteri Keuangan (Menkeu) terdahulu mencatat implementasi Sistem Informasi Mineral dan Batubara atau Simbara sukses menyumbang terhadap penerimaan negara hingga ratusan triliun rupiah.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/6679678/original/007508300_1779502467-092338e9-5ca1-4202-a58f-a7e8f437bd3b.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4880407/original/032839300_1719840035-IFG_Life.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6914550/original/031520100_1779685050-Ketua_Dewan_Komisioner_Otoritas_Jasa_Keuangan__OJK___Friderica_Widyasari_Dewi-25_Mei_2026b.jpg)
/2017/11/10/920342311.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6377629/original/006536800_1779252749-Rapat_DPR.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5702050/original/004842100_1778582833-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6830697/original/003618000_1779619075-57992b65-5f14-4955-946f-4313f93717f2.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6843528/original/072960200_1779629425-1000324590.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4066834/original/034753100_1656461868-Harga_Minyak_AFP.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5520902/original/004648400_1772664808-5.jpg)