Jakarta – Fenomena kemarau panjang El Nino berdampak pada penurunan debit air sungai yang memicu merosotnya produksi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di sejumlah wilayah Indonesia. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero) kini menyiapkan serangkaian strategi mitigasi dan penyiapan pembangkit alternatif guna menjamin pasokan listrik masyarakat tetap aman.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengamini bahwa kekeringan di berbagai daerah membuat kinerja operasional PLTA tidak maksimal. Namun, ia memastikan kendala tersebut perlahan mulai teratasi.
BACA JUGA:Keajaiban di Nepal, 2 Korban Ditemukan Selamat 10 Hari Pasca Banjir Bandang
BACA JUGA:Penyelamatan Dramatis Pekerja PLTA Nepal Usai 9 Hari Terjebak di Terowongan
Debit air berkurang, sungai berkurang, pasti menghasilkan listrik yang tidak maksimal. Itu yang terjadi di beberapa wilayah yang memakai PLTA, dan perlahan-lahan sudah mulai bisa diatasi, ujar Bahlil di ICE BSD, Tangerang, Banten, Selasa (22/9/2026).
Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memaparkan bahwa penurunan kapasitas produksi listrik PLTA cukup terasa, salah satunya di sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) yang mengalami penurunan daya hingga 650 megawatt (MW).
Beberapa pembangkit yang terdampak di wilayah tersebut antara lain PLTA Poso, PLTA Bakaru, PLTA Malea, hingga sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM).
Darmawan menjelaskan, sesuai arahan Menteri ESDM dan Ditjen Ketenagalistrikan, PLN merespons penurunan daya ini dengan menerapkan langkah natural hedging, yakni mengoptimalkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dilengkapi battery energy storage system.
Sesuai arahan Pak Menteri dan Pak Dirjen Tenaga Listrik, langsung ada perubahan dan penambahan melalui natural hedging, menggunakan PLTS dengan battery energy storage system, jelas Darmawan.
/2025/05/26/1577929556.jpg)
/2026/05/07/612874713.jpg)
/2026/05/31/1057979073.jpg)
/2026/06/01/2110586163.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5835594/original/028900900_1778737827-Untitled.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5205703/original/076674300_1746101655-20250501-DEmo_Buruh_Surabaya-AFP_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355206/original/085541500_1790082676-WhatsApp_Image_2026-09-22_at_17.31.04.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805339/original/033825900_1713432001-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_1.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324621/original/092329900_1608026628-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4943099/original/079227300_1726137608-20240912-Harga_Emas-ANg_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313336/original/086824700_1785634470-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_33_41_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)