Jakarta – Bank Indonesia (BI) menyiapkan kebijakan insentif biaya lindung nilai (hedging) demi menarik aliran modal asing (inflow) ke dalam negeri. Langkah ini menjadi strategi utama BI untuk menandingi daya tarik aset Amerika Serikat di tengah era suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama (higher for longer).
Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa kondisi higher for longer di AS telah memicu kenaikan indeks dolar AS (DXY) serta imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS. Akibatnya, aset AS menjadi sangat memikat bagi investor global, yang berpotensi memicu tekanan arus modal keluar (outflow) dari negara berkembang.
BACA JUGA:Tahan BI Rate 5,75%, BI Fokus Pacu Pertumbuhan Ekonomi
BACA JUGA:BI: Kartu Kredit Indonesia Bisa Jadi Dana Talangan Anak Kos
BACA JUGA:Kawal Kasus DANA, BI Minta Hak Korban Dipenuhi
Dengan kondisi higher for longer di Amerika, DXY naik, USD yield naik, itu menyebabkan aset di Amerika menjadi menarik. Nah, ini yang tentunya harus bisa kita counter, kata Destry dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Kantor BI, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Destry menyampaikan bahwa BI sebelumnya mengandalkan kebijakan suku bunga untuk meredam ketidakpastian global dan risiko outflow. BI tercatat menaikkan BI-Rate secara bertahap sebesar 100 basis poin sepanjang Mei hingga Juli 2026 (masing-masing 50 bps, 25 bps, dan 25 bps).
Namun, BI kini tidak lagi mengandalkan suku bunga sebagai instrumen tunggal. Bank sentral mengarahkan kebijakan yang lebih spesifik dan terukur melalui pemberian diskon biaya hedging.
Sekarang kita coba kebijakan baru yang targeted. Itu apa? Bagaimana kita bisa mendorong inflow masuk, ujar Destry.
/2025/05/26/1577929556.jpg)
/2025/07/27/1310870912.jpg)
/2023/08/22/326576934.jpg)
/2025/06/22/1795258099.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/9348140/original/088888500_1789384002-SKW_0794.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805339/original/033825900_1713432001-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_1.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354438/original/007347500_1790051775-email-attachment_2026_09_22_immanuel-christian_lbea-cukai-tindak-impor-ilegal-beras-dan-garam-serta-balpres-senilai-rp27-miliar_IMG_7239.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354433/original/099424600_1790051727-email-attachment_2026_09_22_immanuel-christian_lbea-cukai-tindak-impor-ilegal-beras-dan-garam-serta-balpres-senilai-rp27-miliar_IMG_7249.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4066834/original/034753100_1656461868-Harga_Minyak_AFP.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5563925/original/023437400_1776920404-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355499/original/063951000_1790134500-pestapora-2025-day2-66.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573310/original/062516500_1777888921-IMG_4199.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4701237/original/004475600_1703819157-world-diabetes-day-sugar-cubes-glass-bowl-dark-floor.jpg)