Jakarta – Indonesia memiliki potensi benih bening lobster (BBL) yang diperkirakan mencapai ratusan juta ekor per tahun. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional karena masih dihadapkan pada praktik penyelundupan dan belum optimal pengembangan budi daya di dalam negeri.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memperkirakan potensi benih lobster Indonesia mencapai hampir 500 juta ekor setiap tahun. Sementara itu, data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang disampaikan saat peluncuran Satuan Tugas Pemberantasan Pengeluaran Benih Bening Lobster (Satgas P2BBL) mencatat potensi sekitar 465,8 juta ekor per tahun.
BACA JUGA:Indonesia Setop Permanen Ekspor Benih Lobster
BACA JUGA:Trenggono Mau Manfaatkan \’Otak Encer\’ Irwan Meilano Buat Riset KKP
BACA JUGA:Trenggono Siapkan 4 Pelabuhan Perikanan Modern, Ada Cilacap dan Bitung
BACA JUGA:Menteri Trenggono Mau Pugar Lagi Pelabuhan Karangsong Indramayu
BACA JUGA:Tak Mau Bau, Menteri Trenggono Mulai Pugar Pelabuhan Perikanan Kejawanan
Besarnya potensi itu menjadi alasan pemerintah mempertahankan larangan ekspor benih lobster dan mengarahkan pemanfaatannya untuk budi daya di Indonesia. Dengan membesarkan lobster hingga siap dipasarkan, pemerintah berharap nilai ekonomi yang diperoleh tidak berhenti pada penjualan benih.Trenggono menegaskan pemerintah tidak akan membuka kembali ekspor BBL.
Selamanya tetap setop, iya, kata Trenggono seusai peluncuran Satgas P2BBL di Jakarta, Senin (12/10/2026).
Kebijakan tersebut sekaligus menempatkan pemberantasan penyelundupan sebagai salah satu pekerjaan utama pemerintah. Sebab, potensi sumber daya laut yang besar tidak akan optimal apabila benihnya terus keluar secara ilegal dan pembesaran lobster di dalam negeri tidak berkembang.
/2025/02/17/71934753.jpg)
/2026/06/04/605781479.jpg)
/2025/10/27/64741537.jpg)
/2022/08/03/1972868173.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4681516/original/045333400_1702271598-annie-spratt-g9KFpAfQ5bc-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369421/original/043306800_1791522749-email-attachment_2026_10_09_immanuel-christian_defisit-apbn-rp-319-triliun-menkeu-waspadai-lonjakan-harga-minyak-dan-risiko-global_IMG_7644.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4383851/original/077849900_1680667414-20230405-Sidang-Donald-Trump-AP-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5230612/original/050320000_1748000406-IMG-20250523-WA0007.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3149803/original/032801800_1591853666-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271752/original/024896400_1603102550-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3932277/original/005220300_1644714392-13_februari_2022-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)