Jakarta – Sekitar 7% tenaga kerja Amerika Serikat (AS), atau 11 juta karyawan, mungkin harus mengubah pekerjaan dalam satu dekade ke depan, menurut laporan McKinsey Global Institute yang dirilis 29 September 2026.
Didorong oleh maraknya Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, ekonomi AS mungkin akan menciptakan 40 juta lapangan pekerjaan baru satu dekade ke depan. Namun adopsi AI dan teknologi otomatisasi lainnya juga bisa menurunkan permintaan pekerjaan masa kini sebesar 21%, atau 36 juta pekerjaan hingga 2035.
BACA JUGA:Ciri Orang yang Simpan File Kerja Sangat Rapi Menurut Psikologi
BACA JUGA:Ada Lowongan Kerja di Cinema XXI, Lulusan Sarjana Dicari
BACA JUGA:Mal Ini Buka Lowongan Kerja, Lulusan Sarjana Dicari
BACA JUGA:Snapy Buka Lowongan Kerja, Lulusan SMK Bisa Mendaftar
Melansir CNBC Make It, Senin (12/10/2026), sekitar 25 juta pekerja akan bisa menetap di pekerjaannya yang sekarang, meski alur pekerjaannya berubah. Sementara, 11 juta lainnya harus bergeser ke bidang lain.
Kabar baiknya adalah permintaan akan lebih besar dari penurunannya, kata direktur McKinsey Global Institute, Tanguy Catlin.
Namun, untuk pekerja yang pekerjaannya dipengaruhi adopsi otomatisasi, jalur kariernya mungkin akan sedikit rumit.
Namun, Catlin menuturkan, bagi pekerja yang terdampak oleh adopsi otomatisasi, yang dalam laporan ini didefinisikan sebagai proporsi jam kerja saat ini yang berpotensi diotomatisasi atau ditingkatkan secara signifikan oleh teknologi jalan ke depan mungkin akan penuh tantangan.
Berdasarkan laporan tersebut, berikut adalah 10 pekerjaan yang paling terdampak oleh adopsi otomatisasi, yang ditentukan berdasarkan jumlah karyawan purnawaktu, estimasi persentase jam kerja saat ini yang akan terdampak, serta perkiraan penurunan permintaan tenaga kerja akibat otomatisasi:
/2025/02/17/71934753.jpg)
/2026/06/04/605781479.jpg)
/2025/10/27/64741537.jpg)
/2022/08/03/1972868173.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371481/original/048212300_1791792003-download__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369421/original/043306800_1791522749-email-attachment_2026_10_09_immanuel-christian_defisit-apbn-rp-319-triliun-menkeu-waspadai-lonjakan-harga-minyak-dan-risiko-global_IMG_7644.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4383851/original/077849900_1680667414-20230405-Sidang-Donald-Trump-AP-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5230612/original/050320000_1748000406-IMG-20250523-WA0007.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3149803/original/032801800_1591853666-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271752/original/024896400_1603102550-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3932277/original/005220300_1644714392-13_februari_2022-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)