Jakarta – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mendorong pelatihan tanggap darurat menjadi kewajiban untuk melatih awak kapal agar dapat melakukan tanggap darurat dengan baik. Hal ini seiring penanganan kedaruratan di kapal roro belum maksimal sehingga saat terjadi kecelakaan menyebabkan banyak korban.
Demikian disampaikan Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono dikutip dari Antara, Sabtu (19/9/2026).
BACA JUGA:KNKT: Regulasi Tak Efektif Beri Jaminan Keselamatan Pelayaran Harus Segera Direvisi
BACA JUGA:KNKT Bongkar Penyebab Kebakaran Kapal Ro-Ro, Ternyata dari Muatan Truk
Latihan (penanganan kedaruratan) di kapal itu masih sebatas formalitas belum menjadi satu keharusan, tutur Soerjanto dikutip dari Antara.
Ia menuturkan, dari hasil investigasi dan juga praktik di lapangan penanganan kedaruratan di kapal masih belum maksimal sehingga ketika terjadi kecelakaan penanganan belum maksimal.
Soerjanto menambahkan, pelatihan tanggap darurat menjadi satu keharusan atau satu kebutuhan untuk melatih para awak kapal supaya bisa melakukan tanggap darurat dengan baik.
Jadi latihan tanggap darurat bukan ditunjukkan untuk keberhasilan tapi untuk mengetahui kelemahan atau kekurangan agar dapat dilakukan penyempurnaan, kata Soerjanto.
Soerjanto menuturkan, KNKT pernah melakukan simulasi tanggap darurat di kapal, tetapi banyak kendala yang ditemukan baik ketika simulasi kebakaran, penggunaan jaket pelampung, dan juga minimnya kapal penolong.
Pada saat simulasi kebakaran, menurut dia, petugas mengalami kendala ketika akan menggunakan selang hidran, karena tidak bisa digunakan dengan baik sebab terdapat sejumlah hambatan terutama saat muatan penuh.
/2024/03/07/722970375.jpg)
/2025/03/12/2032046700.jpg)
/2024/10/07/2128045384.jpg)
/2025/09/10/1837880373.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569342/original/032630100_1777438850-2.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562717/original/067745300_1776837978-Chairman_B57__Asia_Pasifik_Arsjad_Rasjid-22_April_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351550/original/036216000_1789700998-1000445872.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352822/original/075395700_1789873969-Foto_1__6_.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472769/original/036658900_1768375317-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309012/original/011632200_1785214700-Gemini_Generated_Image_5o6uim5o6uim5o6u.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271750/original/055065600_1603102549-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192689/original/010053900_1595929323-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5027997/original/005972200_1732861152-fotor-ai-20241129131623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)