Jakarta – Harga minyak merosot dalam sesi ketiga berturut-turut pada Jumat, 18 September 2026. Koreksi harga minyak terjadi seiring pasar memperkirakan penutupan pipa East-West Arab Saudi tidak akan berdampak sebesar yang dikhawatirkan sebelumnya terhadap pasokan.
Mengutip CNBC, Sabtu (19/9/2026), harga minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 1,6% dan ditutup di level US$ 100,30 per barel. Harga minyak Brent yang merupakan acuan internasional, diperdagangkan turun 0,9% dan berakhir di posisi US$ 103,87. Harga minyak Amerika Serikat (AS) menutup pekan tanpa perubahan berarti, sementara Brent mencatat penurunan hampir 1%.
BACA JUGA:Serangan ke Arab Saudi Meningkat, Riyadh Keluarkan Peringatan Darurat
BACA JUGA:Top 3 Berita Hari Ini: Arab Saudi Hadapi Ancaman Rudal, Wisatawan Diminta Waspada
Harga minyak telah naik lebih dari 5% sejak serangan pesawat nirawak (drone) yang diluncurkan dari Irak merusak pipa Saudi tersebut pada Kamis lalu dan memaksanya untuk ditutup.
Arus minyak dari Timur Tengah tetap kuat secara mengejutkan meskipun terjadi gangguan pada pipa East-West Arab Saudi, ujar Kepala Strategi Komoditas Global di JPMorgan, Natasha Kaneva dalam sebuah catatan Jumat pekan ini.
JPMorgan memperkirakan total arus minyak dari Timur Tengah rata-rata mencapai sekitar 17 juta barel per hari selama 10 hari terakhir; angka ini sekitar 6 juta barel per hari di bawah rata-rata 2025.
Kaneva menuturkan, citra satelit menunjukkan pihak Saudi telah mengalirkan 2,8 juta barel per hari melalui Selat Hormuz selama enam hari terakhir, dibandingkan dengan hanya 700.000 barel per hari pada Agustus. Total ekspor kerajaan tersebut mencapai 5 juta barel per hari pada hari Selasa berdasarkan rata-rata bergerak 10 hari, ungkap analis tersebut.
/2024/03/07/722970375.jpg)
/2025/03/12/2032046700.jpg)
/2024/10/07/2128045384.jpg)
/2025/09/10/1837880373.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349514/original/042048300_1789531576-ChatGPT_Image_Sep_16__2026__11_05_46_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352822/original/075395700_1789873969-Foto_1__6_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5115893/original/028971300_1738329594-20250131_173508.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562717/original/067745300_1776837978-Chairman_B57__Asia_Pasifik_Arsjad_Rasjid-22_April_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351550/original/036216000_1789700998-1000445872.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472769/original/036658900_1768375317-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309012/original/011632200_1785214700-Gemini_Generated_Image_5o6uim5o6uim5o6u.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271750/original/055065600_1603102549-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192689/original/010053900_1595929323-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5027997/original/005972200_1732861152-fotor-ai-20241129131623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)