Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, mengirimkan 50 ton bantuan bagi korban terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut diangkut menggunakan kapal pengawas milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang diberangkatkan dari Sulawesi Tenggara usai upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Trenggono menugaskan Kapal Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Orca 06 berlayar dari Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari, Sulawesi Tenggara, menuju Labuan Bajo, NTT. Bantuan gabungan dari KKP dan pemerintah daerah tersebut diperkirakan tiba dalam kurun waktu dua hari.
BACA JUGA:Cek Fakta: Hoaks, Link Pendaftaran Bantuan Budidaya Ikan Air Tawar Gratis 2026
BACA JUGA:Usut Pelanggaran Kapal Tuna di Benoa, KKP Ancam Cabut Izin Usaha
BACA JUGA:Lima Klaster Budidaya Rumput Laut, Mesin Penggerak Ekonomi Pesisir NTT
“Di tengah kita memperingati hari kemerdekaan, saudara-saudara di NTT sedang menghadapi musibah. Karena itu, kemerdekaan juga harus kita maknai dengan hadir dan bergotong royong membantu saudara kita yang membutuhkan,” ujar Trenggono dalam keterangan resmi, Senin (17/8/2026).
Logistik seberat 50 ton yang dikumpulkan oleh KKP bersama Pemprov Sulawesi Tenggara tersebut mencakup bahan makanan, obat-obatan, serta kebutuhan mendesak lainnya.
Sejak hari pertama bencana, KKP bergerak cepat dengan membentuk tim satuan tugas, mendirikan posko tanggap bencana, berkoordinasi dengan otoritas terkait, serta menghimpun donasi yang akan terus digalangkan selama masa pemulihan. Bantuan ini merupakan tahap awal dan akan disusul oleh pengiriman logistik lanjutan dari Jakarta berupa makanan siap saji, pakaian layak pakai, selimut, hingga mesin genset.

/2022/04/26/1849894064.jpg)
/2026/04/16/1396253509.jpg)
/2024/12/29/312376881.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326285/original/046439700_1786973869-email-attachment_2026_08_17_ariefhakim-at-klyid_menteri-trenggono-rayakan-hut-ri-di-kampung-nelayan-janji-tuntaskan-semua-masalah_1000411552.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3601860/original/065983700_1634177953-000_9PJ4CW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324491/original/040483600_1786709302-email-attachment_2026_08_14_dimaswicaksana_pemerintah-bakal-tertibkan-kopdes-merah-putih-termasuk-yang-ada-di-pegunungan_IMG_20260814_172146_939.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547796/original/037439600_1775471566-5a30db31-a405-4d32-ac64-4d8bd20e48bc.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3431809/original/040325900_1618652213-WhatsApp_Image_2021-04-17_at_16.19.26.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309013/original/069225700_1785214716-107347162-1702486289346-gettyimages-1852400117-_cf23021_tuz1gxpa.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192693/original/032314600_1595929325-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3188320/original/078196100_1595493634-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4103061/original/071480700_1658923819-Harga_emas_menguat_tipis-ANGGA_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5179416/original/014824300_1743563839-ChatGPT_Image_Apr_2__2025__10_16_14_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306955/original/077151200_1784943871-Gemini_Generated_Image_5q73a05q73a05q73.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4762652/original/074745500_1709631297-fotor-ai-20240305163351.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028257/original/063990300_1732871477-fotor-ai-20241129161040.jpg)