Jakarta – Head of Industry and Regional Research Permata Bank, Adjie Harisandi mengakui, kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) dinilai membuka arah baru bagi ekspor nasional, terutama dari sisi diversifikasi pasar dan produk.
Menurut dia, Indonesia bisa meningkatkan peluang ekspor ke Negeri Paman Sam jika mendapatkan tarif khusus atau special rate dari AS. Bahkan, perjanjian ART juga berpotensi memperbaiki struktur ekspor Indonesia dari sisi produk. Selama ini, ekspor ke China didominasi oleh komoditas mentah.
BACA JUGA:Bahlil Bakal Pangkas Pembelian BBM dari Asia, Diumumkan 3 Pekan Lagi
BACA JUGA:Gandum dan Kedelai Impor Bebas Tarif ke Indonesia, Industri Makanan-Minuman Bisa Tumbuh
BACA JUGA:Prabowo Temui 12 Raksasa Investasi Dunia di AS: Indonesia Bukan Lagi ‘Sleeping Giant’
BACA JUGA:Indonesia Dilarang Bikin Kebijakan yang Bertentangan dengan Impor Bioetanol
BACA JUGA:100 Kedai Kopi Terbaik di Dunia: Singapura Pimpin Asia, Indonesia Absen
Kalau kita bisa dapat special rate dari Amerika Serikat dan memperluas ekspor ke sana, ini bagus dari sudut pandang diversifikasi pasar,” katanya dalam konferensi pers yang disiarkan daring, Jumat (20/2/2026).
Lantaran, ia menilai ekspor ke China kerap diwarnai dengan raw commodity antara lain batu bara, CPO, dan nikel. Sebaliknya, ekspor Indonesia ke Amerika Serikat lebih banyak didominasi produk manufaktur dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Seperti elektronik, footwear, tekstil, dan garmen.
Dengan karakteristik tersebut, Adjie menilai ART dapat menjadi momentum untuk memperkuat industri manufaktur nasional, sekaligus meningkatkan nilai tambah ekspor Indonesia.
Tentu dengan catatan, kita juga harus melihat hasil negosiasi Amerika Serikat dengan negara lain. Tapi kalau Indonesia termasuk yang paling diuntungkan, ini bisa membuka peluang ekspor yang lebih baik,” jelasnya.
Ia menegaskan, kesepakatan ART tidak hanya soal peningkatan volume ekspor, tetapi juga arah baru ekspor Indonesia yang lebih seimbang.
“Dari sisi diversifikasi produk, kita bisa dorong ekspor manufaktur ke AS. Dari sisi diversifikasi negara, kita bisa mengurangi ketergantungan terhadap China yang semakin besar dalam 20 tahun terakhir,” jelas Adjie.
/2011/04/05/1638610422.jpg)
/2022/03/08/639541023.jpg)
/2023/02/18/1402689688.jpg)
/2025/12/24/2099843016.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5490995/original/001390300_1770039523-IMG_0952.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341346/original/058000800_1757310279-1000075378.jpg)






:strip_icc()/kly-media-production/medias/5508949/original/011521100_1771645285-IMG_0231.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3149800/original/042221500_1591853664-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5507793/original/097997500_1771552625-1000240544.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5508696/original/058250100_1771586403-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-20_Februari_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5387491/original/064210700_1761045460-koperasi_desa_merah_putih_1.jpeg)