Jakarta – Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mencurigai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di area konsesi yang belum ditanami berkaitan dengan upaya pembukaan perkebunan kelapa sawit. Pemerintah menilai lahan kosong yang terbakar berpotensi dimanfaatkan untuk tanaman industri setelah api padam.
“Kalau di wilayah konsesi yang belum ditanam HTI atau kebun terbakar, kemudian didiamkan, bisa-bisa jadi sawit tuh. Jadi tanaman industri,” ujar Jumhur seusai acara Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
BACA JUGA:Menteri LH Singgung Kebakaran Lahan Konsesi Kosong, Ada Dugaan Kesengajaan
BACA JUGA:Jumhur Hidayat Buka Pintu Bantuan Malaysia untuk Atasi Kebakaran Hutan
BACA JUGA:2 Prioritas Utama Penanganan Kebakaran Hutan di Kalsel
Jumhur mengatakan, pemerintah akan memeriksa dugaan kesengajaan di balik kebakaran pada lahan konsesi yang belum ditanami tersebut. Menurutnya, kondisi ini berbeda dengan kebakaran di perkebunan sawit yang sudah beroperasi karena dapat menimbulkan kerugian langsung bagi perusahaan.
“Di wilayah konsesi yang belum ditanam terus terbakar, itu mencurigakan,” katanya.
Pemerintah menegaskan akan memberikan sanksi berat apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya tindakan pembakaran secara sengaja. Jumhur juga menyampaikan gagasan agar lahan konsesi yang terbakar dan belum ditanami tidak diizinkan untuk kembali ditanami, meski kebijakan tersebut masih dalam tahap pertimbangan.
“Dan itu yang akan menjadi hukumannya keras kalau bisa kita buktikan itu disengaja,” tegas Jumhur.
/2025/02/17/71934753.jpg)
/2026/06/04/605781479.jpg)
/2025/10/27/64741537.jpg)
/2022/08/03/1972868173.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335407/original/039435200_1787980763-Screenshot__1009_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352147/original/086289000_1610959706-20210118-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369421/original/043306800_1791522749-email-attachment_2026_10_09_immanuel-christian_defisit-apbn-rp-319-triliun-menkeu-waspadai-lonjakan-harga-minyak-dan-risiko-global_IMG_7644.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192687/original/099233200_1595929321-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4383851/original/077849900_1680667414-20230405-Sidang-Donald-Trump-AP-1.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3149803/original/032801800_1591853666-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271752/original/024896400_1603102550-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3932277/original/005220300_1644714392-13_februari_2022-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)