Jakarta – Asosiasi tekstil mendesak Pemerintah mengusut tuntas mafia impor. Hal itu menyusul hasil temuan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait rekening karyawan perusahaan tekstil hingga mencapai Rp 2,49 triliun yang diduga sebagai tempat menampung transaksi ilegal.
Direktur Eksekutif Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Rayon Tekstil (KAHMI Tekstil), Agus Riyanto menyatakan bahwa di sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) sudah jadi rahasia umum bahwa transaksi ilegal berasal dari permainan impor hingga restitusi ekspor bodong.
BACA JUGA:Kebakaran Hebat Hanguskan Ruko Tekstil di Tangsel, Warga Dengar Ledakan
BACA JUGA:PPATK Temukan Rekening Karyawan Rp 12,4 Triliun, Modusnya Tampung Uang Ilegal
BACA JUGA:Pemerintah Mau Bikin BUMN Tekstil, Pengusaha Wanti-Wanti Masalah Ini
“Para pebisnis tekstil sudah tau sama tau siapa saja para oknum dan pemain yang terlibat, baik itu dari kelompok pengusaha, pejabat pemerintah hingga aparat penegak hukum yang menjadi pelindungnya” ujar Agus dalam keterangannya Selasa (3/2/2026).
Agus menjelaskan bahwa modusnya pun adalah modus lama yaitu lewat impor borongan, mis-declare, rembesan wilayah berikat hingga jual beli kuota impor.
“Impor borongan ya termasuk pakaian bekas didalamnya melibatkan banyak oknum dari importir produsen, importir umum, retailer, perusahaan logistik dan yang pasti oknum petugas Bea Cukai” jelasnya.
Namun, Agus melihat bahwa modus ini tengah dibenahi Menteri Keuangan Purbaya yang dengan tegas mengancam Bea Cukai untuk memperbaiki kinerjanya.
/2025/12/13/432746519.jpg)
/2025/12/13/2147204063.jpg)
/2024/03/08/613527982.jpg)
/2025/10/21/868494903.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4447121/original/056397600_1685440865-20230530-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-Angga-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5101518/original/020188500_1737371758-Photo_Release_Hexindo__2__-_Zaxis-7G_Series_ZX490LC-7G.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5299983/original/084137800_1753857669-Menara_SMBC_Indonesia__1___2_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4948540/original/061465800_1726804839-20240920-FLPP-MER_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913280/original/009736000_1643034734-24_januari_2022-4.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5450574/original/027965600_1766147761-Kepala_Eksekutif_Pengawas_Perbankan_OJK__Dian_Ediana_Rae.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5492771/original/049266100_1770184638-IMG_4402.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5492920/original/051382800_1770189376-f57e9c11-f616-4a5f-a101-14d2578ad343.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3980732/original/010029000_1648714878-20220331-Laporan-SPT-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473091/original/035263700_1768386874-Chief_Executive_Officer__CEO__Badan_Pengelola_Investasi_Daya_Anagata_Nusantara__Danantara__Rosan_Roeslani-14_Januari_2026b.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5449146/original/064430900_1766049207-Menkeu_Purbaya_Yudhi_Sadewa_saat_Konpres_APBN-b.jpeg)