Jakarta – Sejumlah penerbangan dari dan menuju Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), terganggu akibat kabut asap kebakaran hutan dan angin kencang.
Kondisi tersebut membuat Batik Air membatalkan penerbangan rute Makassar-Palu dan Palu-Makassar, sementara pesawat Lion Air sempat gagal mendarat sebelum kembali ke bandara asalnya di Makassar.
BACA JUGA:Mahasiswa Teknik Untad Palu Luka Serius Usai Dipukul dan Ditelanjangi Senior
BACA JUGA:Misteri Pembunuhan Satu Keluarga di Palu Terkuak
Kepala Seksi Teknik dan Operasi Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu, Winariyanto, mengatakan pembatalan penerbangan Batik Air dilakukan setelah maskapai menunggu dan memantau kondisi cuaca yang belum membaik.
‎Pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6554 rute Makassar-Palu (UPG-PALU) dan ID 6555 rute Palu-Makassar dibatalkan. Pihak maskapai mengambil keputusan pembatalan setelah menunggu dan memperhatikan kondisi cuaca yang belum membaik, kata Winariyanto dikutip dari Antara, Sabtu (17/10/2026).Â
Ia menjelaskan, keputusan tersebut diambil oleh pihak maskapai dengan mengutamakan keselamatan penerbangan di tengah kondisi cuaca yang belum mendukung operasional pesawat.
Selain pembatalan penerbangan Batik Air, cuaca buruk juga berdampak pada penerbangan Lion Air dengan nomor penerbangan JT 780.
Pesawat tersebut sempat melakukan prosedur gagal mendarat atau go-around. Setelah itu, Lion Air memutuskan kembali ke bandara asal atau Return to Base (RTB) di Makassar pada Jumat (16/10/2026) pukul 19.01 WITA.
Keputusan tersebut diambil setelah pesawat menghadapi embusan angin belakang atau tailwind dengan kecepatan mencapai 20 knot.
/2026/08/03/1887649803.jpg)
/2023/04/27/1632366693.jpg)
/2026/02/18/1346664671.jpg)
/2026/08/28/1217435868.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375693/original/096028500_1792210441-publikasi_1792197825_6ad2c4c1cae91__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5196560/original/068216900_1745413932-20250423-Perkotaan-ANG_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375566/original/025307300_1792158445-siaranpers_pemprov_dki-20261015181120_ofi974_684.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4725790/original/071920300_1706152136-publikasi_1706110433_65b12de1af2b3.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352147/original/086289000_1610959706-20210118-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532281/original/068580000_1628161372-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2358749/original/070880200_1536904477-afpprison.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302021/original/032085300_1753969488-Gemini_Generated_Image_jtk1w2jtk1w2jtk1.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,645,0)/kly-media-production/medias/4856444/original/021606300_1717750001-20240512_102627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)