Jakarta – Importir kedelai akan segera dipanggil oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Hal ini untuk merespons kenaikan harga dan memastikan kebijakan yang diambil tidak membebani masyarakat di tengah dinamika geopolitik global.
Nanti, mungkin minggu-minggu depan (pemanggilan terhadap importir kedelai), ujar Mentan Amran, setelah menghadiri rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI dikutip dari Antara, Rabu (8/4/2026).
BACA JUGA:Harga Kedelai di Jakarta Tembus Rp 20 Ribu, Pemprov DKI Imbau Warga Lirik Urban Farming
BACA JUGA:Harga Plastik dan Kedelai Naik, Harga Tempe Siap-Siap Ikut Melonjak
BACA JUGA:Harga Kedelai Tembus Rp 11.000, Perajin Tahu dan Tempe Makin Tergencet
BACA JUGA:Gandum dan Kedelai Impor Bebas Tarif ke Indonesia, Industri Makanan-Minuman Bisa Tumbuh
Amran menuturkan telah memerintahkan jajaran Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian untuk segera melakukan komunikasi intensif dengan pelaku usaha agar situasi harga dapat dikendalikan secara cepat.
Amran menuturkan, pentingnya menjaga stabilitas harga komoditas pangan strategis, terutama saat kondisi geopolitik global memanas yang berpeluang mempengaruhi pasokan dan harga di dalam negeri.
Tapi Dirjen (Direktur Jenderal) Tanaman Pangan (Kementan), saya sudah perintahkan, cepat komunikasi. Jangan membebani rakyat di saat ada kondisi geopolitik memanas,” kata dia.
Ia menuturkan, sejumlah komoditas utama antara lain beras, minyak goreng, termasuk kelapa sawit (crude palm oil/CPO) untuk mendukung biodiesel masih dalam kondisi aman, sehingga diharapkan stabilitas termasuk kedelai dapat terus dijaga secara berkelanjutan.
Amran juga mengingatkan supaya tidak terjadi praktik yang merugikan seperti komoditas gula rafinasi, di mana kebocoran distribusi berdampak pada harga dan menghambat penjualan produk domestik.
“Kami paham kalau ada kenaikan harga, tetapi jangan seperti rafinasi, kelakuan importir rafinasi. Kita tidak bisa jual gula white sugar karena ada rafinasi, bocor kemana-mana. Dan itu saja aku minta,” tutur Amran.

/2026/01/28/1419203316.jpg)
/2026/02/08/1636791920.jpg)
/2022/02/23/885391879.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5548678/original/073537900_1775547736-IMG-20260407-WA0003__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476090/original/021358800_1768711106-89ca5fc3-1578-4cf0-8176-b43ea2ccde53.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5520901/original/031279000_1772664806-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5137861/original/069279700_1739965706-f606fa8e-0760-495d-b7ab-a14b1eae5495.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550464/original/070550700_1775698382-38039b87-fe4d-428a-8980-d1deb1609409.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2439239/original/004031600_1542966203-20181123-Nilai-Tukar-Rupiah-Menguat-Atas-Dolar-Angga2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551151/original/014052200_1775719526-WhatsApp_Image_2026-04-09_at_13.10.40.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551448/original/064483400_1775726721-WhatsApp_Image_2026-04-09_at_16.05.45.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550333/original/023387700_1775653134-PHOTO-2026-04-08-17-09-17.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550332/original/018252100_1775653118-PHOTO-2026-04-08-17-09-19.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5541737/original/080028800_1774882683-IMG-20260330-WA0101.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5549359/original/003858900_1775617048-IMG-20260408-WA0005.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5337503/original/092769700_1756899849-1001002551.jpg)