Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan kenaikan batas investasi perusahaan asuransi dan dana pensiun (dapen) di pasar modal tidak perlu menimbulkan kekhawatiran.
Lantaran, penempatan dana tersebut akan difokuskan pada emiten dengan kinerja fundamental yang solid. Indonesia membuka kesempatan dana pensiun untuk melakukan investasi di saham-saham yang baik tentunya. Di saham-saham dengan fundamental kuat,” kata Airlangga dalam acara Indonesia Economic Summit (IEC) 2026 di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
BACA JUGA:IHSG Menghijau di Sesi I Perdagangan Saham, Airlangga Buka Suara
BACA JUGA:Pemerintah Gelontorkan Stimulus Rp 12,83 Triliun di Kuartal I 2026
BACA JUGA:Pejabat OJK dan BEI Mundur, Menko Airlangga: Seleksi Terbuka bagi Siapa Saja
Pemerintah telah menetapkan kebijakan peningkatan batas investasi saham bagi industri dapen dan asuransi dari sebelumnya 8 persen menjadi 20 persen. Pada tahap awal, kebijakan ini diarahkan ke saham berkapitalisasi besar yang tergabung dalam indeks LQ45.
Itu bisa sampai 20 persen untuk investasinya di pasar modal, termasuk BPJS Ketenagakerjaan (Jamsostek) dan Kesehatan (BPJS Kesehatan). Dan ini tentu yang saham yang fundamentalnya kuat antara lain (saham) LQ45,” ujar Menko.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari paket reformasi pasar modal yang digarap pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI).
Cegah Saham Gorengan, Purbaya Bakal Naikan Batas Investasi Asuransi di Indeks LQ45
Sebelumnya, untuk menghindari saham gorengan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana menaikkan batas investasi asuransi hingga 20% di pasar saham. Namun hal ini hanya untuk saham-saham yang tergabung dalam indeks LQ45.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, langkah ini memperkuat pasar modal sekaligus menekan praktik manipulasi saham.
Kita akan bebaskan lagi ke 20%, tapi di saham-saham yang tidak goreng-gorengan. Mungkin untuk pertama kita batasin di LQ45,” ujar Purbaya, di Wisma Danantara, Jumat, 30 Januari 2026.
/2025/12/13/432746519.jpg)
/2025/12/13/2147204063.jpg)
/2024/03/08/613527982.jpg)
/2025/10/21/868494903.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5490334/original/086825800_1770008082-Prabowo_Nelayan.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4948540/original/061465800_1726804839-20240920-FLPP-MER_3.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5491643/original/032389800_1770101799-CFX_CRYPTALK_02_FEB_2026-9.JPG.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5450574/original/027965600_1766147761-Kepala_Eksekutif_Pengawas_Perbankan_OJK__Dian_Ediana_Rae.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5492771/original/049266100_1770184638-IMG_4402.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5492920/original/051382800_1770189376-f57e9c11-f616-4a5f-a101-14d2578ad343.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3980732/original/010029000_1648714878-20220331-Laporan-SPT-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473091/original/035263700_1768386874-Chief_Executive_Officer__CEO__Badan_Pengelola_Investasi_Daya_Anagata_Nusantara__Danantara__Rosan_Roeslani-14_Januari_2026b.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5449146/original/064430900_1766049207-Menkeu_Purbaya_Yudhi_Sadewa_saat_Konpres_APBN-b.jpeg)