Jakarta – Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede melihat berbagai peluang dalam kesepakatan tarif respirokal Indonesia-Amerika Serikat (AS).
Ia menjelaskan, Indonesia bisa memanfaatkan kesepekatan ini sebagai ruang utnuk bernegosiasi, sehingga visa memperluas akses pasar. Apalagi, Indonesia sudah berhasil menggulirkan berbagai ruang lainnya dalam kancah internasional seperti EU-CEPA dan Canada-CEPA.
BACA JUGA:Miliarder AS Leon Cooperman Menambah Kepemilikan Saham di Manchester United
BACA JUGA:Kesepakatan Indonesia dan AS: Kurangi Ketergantungan ke China
BACA JUGA:Indonesia dan AS Teken Tarif Resiprokal, Bos Kadin Bidik Investasi Melonjak
“Dan juga potensi untuk mendorong penerangan modal dari Amerika ke Indonesia, ke domestik, khususnya ke manufaktur dan juga logistik, ini pun juga sifatnya bersyarat,” katanya dalam konferensi pers yang disiarkan daring, Jumat (20/2/2026).
Ia menjelaskan, bahwa investor baru juga akan merespon momen ini secara positif, apabila tadi disertai dengan perbaikan yang menyeluruh, seperti kemudahan perizinan, kepastian regulasi, insentif yang tepat sasaran, ketersediaan energi, kawasan industri yang kompetitif, konektivitas dari sisi logistik yang efisien.
“Jadi tanpa persyarat itu, sekalipun memang ada negosiasi ini, saya pikir investasi dari US ke domestik kita pun juga mungkin akan bersyarat juga,” ucapnya.
Selain itu, Indonesia bisa memiliki langkah besar untuk akselerasi diversifikasi yang digembar-gemborkan beberapa waktu ini. Persisnya, dalam upaya untuk mengurangi ketergantungan hanya pada satu pasar.
Sekalipun, kata dia, EU-CEPA baru akan aktif nanti 2027, tapi pemerintah bisa mengoptimalkan melalui BRICS dengan FTA terhadap beberapa negara yang kita belum punya saat ini. Jika tidak maka hanya akan terjadi pergeseran pasar ini hanya bersifat substitusi saja tanpa adanya peningkatan produktivitas dan juga peningkatan dari kualitas dari pro-pro ekspor Indonesia.
/2025/01/14/1692653614.jpg)
/2025/08/20/466700334.jpg)
/2025/11/24/535742307.jpg)
/2025/08/03/1270988211.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5459590/original/009550100_1767166234-1000025196.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341346/original/058000800_1757310279-1000075378.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5507756/original/063758900_1771548196-WhatsApp_Image_2026-02-20_at_07.24.28.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5384514/original/093137400_1760785093-Kepala_Eksekutif_Pengawasan_Perilaku_Jasa_Keuangan__Edukasi_dan_Perlindungan_Konsumen_OJK_Friderica_Widyasari_Dewi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5170217/original/039135200_1742596938-20250322-Penukaran_Uang-ANG_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3352154/original/097767500_1610959712-20210118-Emas-Antam-8.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5507499/original/070162600_1771494471-WhatsApp_Image_2026-02-19_at_15.33.22__3_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475798/original/051680300_1768652642-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_21.43.38.jpeg)