Jakarta – Dalam batas tertentu, kebakaran hutan merupakan bagian alami dari ekosistem hutan yang sehat. Kebakaran dapat membantu menghilangkan material organik yang telah mati sekaligus melepaskan nutrisi ke dalam tanah. Bahkan, beberapa jenis tanaman membutuhkan api untuk dapat tumbuh.
Namun, baik yang disebabkan oleh api unggun yang ditinggalkan maupun sambaran petir, kebakaran yang memiliki intensitas tinggi dan tidak dapat dikendalikan sering kali berubah menjadi bencana yang sangat merusak. Selain itu, semakin kering dan panas kondisi lingkungan, semakin dahsyat pula dampak kebakaran tersebut.
BACA JUGA:Kebakaran PT Evyap Sabun Indonesia, 3 Pekerja Tewas
BACA JUGA:Infografis: Tips Mencegah Kebakaran Saat Musim Kemarau
BACA JUGA:Gedung Bea Cukai Batam Kebakaran
BACA JUGA:Identitas Tiga Korban Meninggal Kebakaran KEK Sei Mangkei
BACA JUGA:Detik-detik Kebakaran Hebat di KEK Sei Mangkei, Tiga Tewas
BACA JUGA:15 Kambing Tidak Tertolong Dalam Kebakaran, Terpanggang Bersamaan
Perubahan iklim, yang sebagian besar didorong oleh aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil, telah membuat gelombang panas ekstrem menjadi lima kali lebih mungkin terjadi dibandingkan 150 tahun lalu. Pada saat yang sama, kebakaran hutan juga semakin parah di berbagai belahan dunia.
Seiring memburuknya musim kebakaran, dampaknya terhadap kesehatan manusia juga semakin mengkhawatirkan. Kebakaran dapat menyebabkan hilangnya rumah dan infrastruktur serta meningkatkan paparan terhadap berbagai kontaminan lingkungan, yang pada akhirnya dapat menimbulkan dampak fatal akibat menghirup asap.
Namun, persoalannya sering kali tidak sesederhana satu kebakaran yang menyebabkan seluruh kerusakan. Banyak kebakaran paling dahsyat terjadi sebagai rangkaian kebakaran yang saling berkaitan, atau dikenal sebagai musim kebakaran (fire season). Hal ini karena kebakaran hutan berskala besar kerap terbentuk dari penyebaran dan pertemuan sejumlah kebakaran yang lebih kecil.
Meskipun 2024 mencatat rekor baru sebagai tahun dengan luas lahan yang terbakar akibat kebakaran hutan paling besar secara global, sejak awal abad ke-20 telah terjadi banyak kebakaran besar yang menimbulkan dampak katastrofik di wilayah tempat kebakaran tersebut berlangsung.
Melansir laman Britannica, Kamis (3/9/2026), berikut 10 kebakaran hutan terbesar sepanjang sejarah di dunia:

/2025/12/02/1804168916.jpg)
/2023/09/27/2012639878.jpg)
/2024/01/03/663488771.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539267/original/091129700_1774595159-IMG-20260327-WA0004.jpg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338026/original/049980200_1788273977-1000427123.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271750/original/055065600_1603102549-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-1.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4837497/original/097905500_1716195905-Harga_emas_cetak_rekor_tertinggi-ANGGA_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4156440/original/071550200_1663062669-Emas4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3068178/original/077295500_1583319244-20200304-Dilanda-Corona_-IHSG-Ditutup-Melesat-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302026/original/078434200_1753969683-Gemini_Generated_Image_wwcdvlwwcdvlwwcd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313338/original/051092900_1785634551-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_35_29_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028257/original/063990300_1732871477-fotor-ai-20241129161040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)