Jakarta – Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (INAPLAS) mengungkapkan masifnya produk impor murah, pelemahan kurs, serta persoalan harga dan pasokan energi menjadi tantangan yang dihadapi industri petrokimia nasional.
Sekretaris Jenderal INAPLAS Fajar Budiono menjelaskan, gas merupakan komponen penting dalam industri petrokimia, khususnya pada proses cracker dan polimerisasi.
BACA JUGA:Gas Bumi Jadi Penentu Keberlangsungan Industri Keramik
BACA JUGA:Bidik Produksi Minyak 1 Juta Barel, Pengembangan Blok Rokan Dikebut
BACA JUGA:Produksi Gas Nasional Tembus 95% dari Target 2026
Menurutnya, selama skema Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) masih berjalan di kisaran USD 6-7 per MMBTU, industri relatif mampu menjaga daya saing.
Dengan HGBT dulu itu kita sebenarnya sangat terbantu karena kita bisa mampu bersaing dengan para impor di mana utilisasi kita sedikit terbantu dengan harga gas yang murah USD 6-7. Tapi sekarang penawarannya sudah di atas rata-rata di atas USD 15 sampai bahkan USD 20, kata Fajar dikutip dari Antara, Jumat (5/6/2026).
Di sejumlah negara ASEAN, harga gas industri masih berada di bawah USD 9 MMBTU yang menjadikan produk di negara lain lebih kompetitif.
Selain itu menurut Fajar, tantangan industri semakin berat karena produk plastik dan petrokimia dari China terus membanjiri pasar domestik dengan harga yang sulit disaingi produsen lokal.
China yang sekarang ini sangat masif masuk barangnya ke mana-mana. Ke Indonesia pun juga sekarang sudah kita perkirakan barang dari China itu bisa sampai 300 ribu ton per tahun, ujar Fajar.
Masuknya produk impor murah tersebut membuat perusahaan dalam negeri harus mengorbankan margin keuntungan demi mempertahankan pasar. Sejumlah pabrik bahkan mulai menyesuaikan tingkat utilisasi produksi.
Bahkan kita sekarang sudah mencoba dengan 75 persen utilisasi, kita mencoba sedikit di bawah harga China. Jadi kita menggerus margin lumayan cukup besar, katanya.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5567485/original/057350700_1777282818-IMG_2719.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3456982/original/084400800_1621147028-business-man-financial-inspector-secretary-making-report-calculating-checking-balance-internal-revenue-service-inspector-checking-document-audit-concept_1423-126.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7846987/original/058551800_1780669445-IMG_4743.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4843043/original/047427000_1716719120-9a24a31a-50a7-45da-8d2e-e2647a68269d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7755744/original/019097000_1780564798-WhatsApp_Image_2026-06-04_at_15.35.54.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2439240/original/018127500_1542966204-20181123-Nilai-Tukar-Rupiah-Menguat-Atas-Dolar-Angga3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7816779/original/017781500_1780634742-WhatsApp_Image_2026-06-05_at_08.50.29_1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5672550/original/053854800_1778484681-IMG_3318.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7749497/original/025677000_1780557634-Maybank_Adv_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5054979/original/081157700_1734432251-20241217-Kenaikan_Harga_Pangan-ANG_8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1400474/original/063702300_1478686860-20161109--Donald-Trump-Unggul-Rupiah-Terpuruk-Jakarta-Angga-Yuniar-04.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5143793/original/048379300_1740553792-WAWANCARA_PRESIDEN_KE-6_SBY_ANG__30_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539712/original/078773900_1774614685-Menteri_Perdagangan_Budi_Santoso-27_Maret_2026b.jpg)