Jakarta – Pertumbuhan industri logistik nasional yang semakin pesat di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan dan rantai pasok global membawa peluang sekaligus tantangan baru bagi pelaku usaha. Seiring meningkatnya kompleksitas pengiriman barang, kebutuhan terhadap perlindungan risiko yang lebih komprehensif pun menjadi semakin penting.
Marine and Aviation Group Head PT Tugu Reasuransi Indonesia, Jansen Kamedansen Siregar, menyampaikan bahwa pelaku usaha perlu memahami perbedaan fungsi antara Marine Cargo Insurance dan Freight Forwarder Liability Insurance agar perlindungan yang diberikan dapat disesuaikan dengan karakteristik risiko bisnis.
BACA JUGA:Yellow Run 2026 Siap Digelar, 10 Ribu Pelari Dilindungi Asuransi
BACA JUGA:BRI Insurance Ajarkan Pengelolaan Risiko ke Generasi Muda
BACA JUGA:Prudential Indonesia Raup Laba Bersih Rp 2,4 Triliun di 2025
“Perlindungan terhadap barang dan perlindungan terhadap tanggung jawab hukum memiliki fungsi yang berbeda. Pemahaman ini penting agar solusi yang diberikan lebih tepat sasaran sesuai eksposur risiko masing-masing bisnis,” ujar Jansen, Minggu (7/6/2026).
Dia juga memberikan perspektif reasuransi terkait perkembangan risiko di sektor marine cargo dan freight forwarding. Risiko kini tidak lagi hanya berasal dari proses pengangkutan, tetapi juga aktivitas operasional, pergudangan, hingga gangguan rantai pasok, perubahan iklim, dan ketergantungan terhadap pihak ketiga.
Sementara itu, Marine Underwriter Tugure, Riski Vanra Risni Tarigan, menjelaskan bahwa bisnis marine cargo saat ini menghadapi tantangan berupa kompetisi tarif yang semakin ketat di industri reasuransi. Karena itu, Tugure melihat peluang pengembangan bisnis baru yang masih berada dalam ekosistem logistik, salah satunya melalui Freight Forwarder Liability Insurance.
“Produk Freight Forwarder Liability memiliki potensi market yang cukup besar seiring meningkatnya kebutuhan perlindungan terhadap aktivitas logistik dan rantai pasok yang semakin kompleks,” ujar Riski.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5468993/original/001422600_1768041740-1000202702.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5299141/original/036414800_1753783117-IMG-20250729-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5136481/original/050452400_1739862534-WhatsApp_Image_2025-02-18_at_12.19.46_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8157992/original/006122100_1781012295-Menteri_Koordinator__Menko__Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-9_Juni_2026b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5069913/original/084834700_1735382643-Screenshot_2024-12-28_174124.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913279/original/044672700_1643034569-24_januari_2022-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6998518/original/060608900_1779768813-AP26142827392886.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119144/original/046555200_1738566795-XRP_illustration.jpg)