Jakarta – Terdapat tiga sektor kunci yang harus menjadi fokus utama pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal tersebut diungkap oleh Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), M. Rizal Taufikurahman.
Rizal menjelaskan, tiga sektor yang dimaksud adalah integrasi antara ketahanan pangan, ketahanan energi, dan industrialisasi. Sektor-sektor tersebut memiliki dampak pengganda (multiplier effect) paling tinggi terhadap perekonomian nasional.
BACA JUGA:Target Pertumbuhan Ekonomi 6% di RAPBN 2027, Indef Ingatkan Risiko Fiskal
BACA JUGA:INDEF Minta Importir Garam Wajib Serap Produksi Lokal demi Swasembada
BACA JUGA:Nilai Ekonomi Halal Dunia Capai Rp 46.615 Triliun, Indonesia Jangan Hanya Jadi Pasar
Jika fokusnya pertumbuhan dan transformasi, ketahanan pangan dan energi yang terintegrasi dengan industrialisasi punya multiplier paling tinggi, kata Rizal, Sabtu (15/8/2026).
Pangan menjaga inflasi dan daya beli, energi menentukan biaya produksi, dan industrialisasi menentukan nilai tambah domestik, tambahnya.
Di sisi lain, Rizal tidak menampik bahwa sektor pendidikan dan kesehatan tetap sangat penting. Namun, ia memberikan catatan bahwa dampak dari kedua sektor tersebut bersifat jangka panjang. Oleh karena itu, stimulus jangka pendek hingga menengah harus tetap ditopang oleh sektor yang langsung menggerakkan roda produksi.
Pada akhirnya, efektivitas APBN tidak hanya diukur dari besarnya belanja, tetapi dari dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi, pembukaan lapangan kerja formal, peningkatan produktivitas, serta kemampuannya memicu investasi swasta, tegas Rizal.

/2026/04/06/1362614284.jpg)
/2026/04/14/318027541.jpg)
/2023/08/07/1047929641.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324888/original/030124600_1786776768-nt1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3640465/original/051159500_1637562440-FWD3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320629/original/095609000_1786360047-WhatsApp_Image_2026-08-10_at_16.20.47_2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320021/original/020361200_1786332307-IMG_6359.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5212636/original/046415500_1746627924-20250507-Potret_Kemiskinan-AFP_3.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324657/original/091037400_1786757817-sar2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3546287/original/014896100_1629449459-Warren.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4312887/original/075013100_1675421979-Stabilkan_harga__Bulog_glontorkan_30_ribu_ton_beras_di_pasar_induk_cipinang-ANGGA_7.jpg)