Jakarta – Dana Moneter Internasional atau the International Monetary Fund (IMF) menaikkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,1% pada 2026. Sebelumnya pada April 2026, IMF memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh 5% pada 2026.
Prediksi itu tertuang dalam laporan World Economic Outlook: Resilience Under Strain, Urgent Choices pada Oktober 2026, dikutip Rabu, (14/10/2026).
BACA JUGA:Pertumbuhan Ekonomi Singapura Melambat dari Level Tertinggi 4 Tahun
BACA JUGA:Peraih Nobel Ekonomi James Robinson Ungkap Kunci Pertumbuhan Ekonomi 8%
BACA JUGA:IMF Prediksi Ekonomi Global Tumbuh 3,1%, Biaya Energi Jadi Tantangan
BACA JUGA:Suahasil Sebut Efisiensi Rp 306 Triliun Bukan Asal Potong Anggaran
IMF prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,1% pada 2026 dan 2027. Sementara itu, tingkat inflasi diprediksi sekitar 3,3% pada 2026 dan akan menurun menjadi 2,8% pada 2027.
Selain itu, IMF juga memprediksi pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia yang sedang berkembang menjadi 5,1% pada 2026, turun dari 5,6% pada 2025. Hal itu akibat krisis Timur Tengah yang kian memanas dan terus mendorong kenaikan harga minyak.
Dalam laporan World Economic yang dirilis dua kali setahun dan diluncurkan dalam Pertemuan Tahunan IMF serta Grup Bank Dunia di Bangkok, Thailand, juga mencatat perlambatan regional ini akan diredam oleh meningkatnya permintaan akan produk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), mengingat beberapa negara ekonomi Asia yang sedang berkembang merupakan bagian dari rantai pasok artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, demikian mengutip China Daily.
IMF mengatakan, sejumlah negara ekonomi Asia Tenggara diperkirakan memperoleh keuntungan dari investasi pusat data, kebangkitan siklus teknologi global, serta langkah-langkah fiskal darurat.
Direktur Departemen Riset IMF, Silvana Tenreyro menuturkan, China dan India merupakan penggerak utama pertumbuhan di kawasan Asia yang sedang berkembang.
Secara keseluruhan, (kawasan Asia yang sedang berkembang) adalah kawasan dengan tingkat pertumbuhan tertinggi, kata Tenreyro dalam konferensi pers saat peluncuran laporan tersebut.
/2025/02/17/71934753.jpg)
/2026/06/04/605781479.jpg)
/2026/01/06/861433562.jpg)
/2024/12/09/820861297.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3542409/original/070430800_1629173045-FOTO_000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5002630/original/007588900_1731407780-22.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3181744/original/039116300_1594892567-20200716-Rupiah-1.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532280/original/085965300_1628161371-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881568/original/087545300_1719967244-fotor-ai-2024070373816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3458468/original/004833700_1621321944-20210518-Harga-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4527216/original/053880700_1691248902-Kripto_9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913279/original/044672700_1643034569-24_januari_2022-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2050779/original/091139900_1522730510-20180403-Bitcoin-AFP1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313336/original/086824700_1785634470-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_33_41_AM.jpg)