Jakarta – Harga minyak dunia turun lebih dari 1% pada perdagangan Rabu, 14 Januari 2026. Koreksi harga minyak terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengisyaratkan mungkin tidak akan menyerang Iran.
Mengutip CNBC, Kamis (15/1/2026), harga minyak mentah AS atau West Texas Intermediate (WTI) melemah 95 sen atau 1,55% menjadi USD 60,20 per barel pada pukul 16.17 ET. Harga minyak Brent merosot 93 sen atau 1,42% menjadi USD 64,54.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Hari Ini 14 Januari 2026 Meroket, Ini Pemicunya
BACA JUGA:Harga Minyak Naik di Tengah Risiko Pasokan Berkurangnya Pasokan Iran
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Menguat di Tengah Pengendalian Ekspor Venezuela oleh AS
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Melonjak 3%, Pasar Hitung Dampak Venezuela dan Risiko Pasokan
Trump mengatakan kepada wartawan, “kami telah diberitahu bahwa pembunuhan di Iran sedang berhenti. Itu sudah berhenti. Itu sedang berhenti dan tidak ada rencana untuk eksekusi.”
Presiden sebelumnya mengancam akan mengambil “tindakan yang sangat keras” terhadap Iran jika mereka mengeksekusi para demonstran.
Harga minyak ditutup lebih dari 1% lebih tinggi pada Rabu, tetapi tiba-tiba berbalik turun dalam perdagangan lanjutan karena pasar menafsirkan pernyataan Trump sebagai tanda serangan mungkin tidak akan segera terjadi.
Trump mengatakan AS sedang memantau situasi di Iran ketika ditanya langsung apakah tindakan militer dikesampingkan.
Kita akan mengamati dan melihat bagaimana prosesnya,” kata presiden.
Tetapi kami telah menerima pernyataan yang sangat baik dari orang-orang yang mengetahui apa yang sedang terjadi. Semua orang membicarakan banyak eksekusi yang terjadi hari ini. Kami baru saja diberitahu bahwa tidak ada eksekusi. Saya harap itu benar. Itu hal yang besar.”
Pasukan keamanan Iran telah melancarkan penindakan terhadap demonstrasi besar-besaran dengan ratusan orang dilaporkan tewas. Pemerintah telah memutus akses internet sehingga menyulitkan dunia luar untuk memverifikasi bagaimana situasi di lapangan berkembang.
Iran adalah anggota OPEC dan produsen minyak mentah yang signifikan. Para pedagang mengamati apakah kerusuhan sosial di Republik Islam mengganggu pasokan minyak.
/2025/02/24/1530473509.jpg)
/2025/12/09/920216395.jpg)
/2025/10/16/27400553.jpg)
/2021/09/20/1712575422.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4915603/original/086439000_1723438542-Foto_2_-_Superbank_Raih_1_Juta_Nasabah.jpeg)
/2025/01/09/406424354.jpg)





