Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menurunkan batas maksimal biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) penerbangan domestik menjadi 30% dari tarif batas atas. Kebijakan ini diambil setelah harga avtur nasional mengalami penurunan per 1 Agustus 2026.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, mengatakan penyesuaian tersebut dilakukan berdasarkan evaluasi berkala terhadap harga avtur nasional sebagai salah satu komponen pembentuk tarif angkutan udara.
BACA JUGA:Bukan Sekadar Rel, Kereta Trans-Sumatra Siapkan Simpul Terpadu
BACA JUGA:Menhub Jamin Hak Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II Terpenuhi
BACA JUGA:Menhub Dudy Janji Investigasi Kebakaran KM Mutiara Sentosa II
Berdasarkan publikasi harga avtur per 1 Agustus 2026, rata-rata harga avtur nasional tercatat sebesar Rp 21.892 per liter. Setelah dilakukan evaluasi sesuai ketentuan yang berlaku, besaran biaya tambahan (fuel surcharge) yang dapat diterapkan badan usaha angkutan udara menjadi maksimal 30% dari tarif batas atas sesuai kelompok layanan, ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (5/8/2026).
Penyesuaian tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 1041 Tahun 2026 tentang Besaran Biaya Tambahan (Surcharge) yang Disebabkan Adanya Fluktuasi Bahan Bakar (Fuel Surcharge) Tarif Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.
Meski batas maksimal fuel surcharge diturunkan, Kemenhub menegaskan maskapai tetap memiliki keleluasaan untuk menetapkan tarif di bawah batas maksimum sesuai strategi bisnis masing-masing dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan daya beli masyarakat.
Kementerian Perhubungan melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap penerapan tarif seluruh badan usaha angkutan udara agar menerapkan tarif yang kompetitif dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan daya beli masyarakat, kata Lukman.



/2026/02/18/395790444.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316150/original/029549400_1785915556-1000398547.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315064/original/025010300_1785825907-WhatsApp_Image_2026-08-04_at_09.49.30.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3510059/original/027658500_1626233971-fintech_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4361081/original/023728500_1678967433-Angka_Kemiskinan_Meningkat-IQBAL_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337097/original/098406000_1609328704-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-6.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881569/original/094570800_1719967258-fotor-ai-2024070373820.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472769/original/036658900_1768375317-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028256/original/032953400_1732871460-fotor-ai-20241129161044.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)