Jakarta – Ketika rupee India melemah 8,5% dan pasar saham turun 9,5%, para orang terkaya negara tersebut justru menunjukkan ketahanan. Kekayaan kolektif 100 orang terkaya India tercatat tetap di US$ 1 triliun atau Rp 17.925 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 17.930), tak berubah dari pengukuran sebelumnya. Ketua Adani Group Gautam Adani menduduki posisi puncak dari jajaran 100 orang terkaya di India itu.
Mengutip Forbes, Kamis (1/10/2026), perubahan besar terjadi di puncak daftar. Taipan infrastruktur Gautam Adani, ketua Adani Group, kembali merebut posisi nomor satu setelah tiga tahun berada di peringkat kedua.
BACA JUGA:Hakim AS Batalkan Kasus Suap terhadap Miliarder India Gautam Adani
BACA JUGA:Miliarder Gautam Adani Setuju Bayar Denda untuk Selesaikan Kasus Penipuan di AS
Lonjakan kekayaan sebesar US$ 20,7 miliar atau Rp 371 triliun membawa total kekayaan keluarga Adani menjadi US$ 112,7 miliar atau Rp 2.020 triliun. Grup usahanya tengah gencar berekspansi dan menanamkan US$ 100 miliar atau Rp 1.792 triliun untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Adani tercatat sebagai peraih kenaikan kekayaan dolar terbesar tahun ini. Meski begitu, kekayaan keluarganya masih di bawah puncak US$ 150 miliar atau Rp 2.688 triliun yang pernah dicapai pada 2022.
Ketua sekaligus Direktur Pelaksana Reliance Industries, Mukesh Ambani, tergeser ke posisi kedua. Kekayaan bersih Mukesh Ambani mencapai US$ 86,3 miliar atau Rp 1.546 triliun, turun US$ 18,7 miliar atau Rp 335 triliun akibat tekanan margin, termasuk di bisnis ritel yang membebani Reliance.
Sementara, Ambani tengah bersiap mencatatkan saham operator seluler Reliance, Jio Platforms, di bursa, setelah mendapat persetujuan regulasi untuk penawaran umum perdana (IPO) yang berpotensi menghimpun dana hingga US$ 3,8 miliar atau Rp 68,1 triliun.
/2026/03/08/1389890413.jpg)
/2025/11/28/1073548291.jpg)
/2025/12/05/291552133.jpg)
/2026/06/09/493072376.jpg)








:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5509296/original/068715000_1771675865-PT_Kereta_Cepat_Indonesia_China__KCIC__memberikan_promo_khusus_bagi_tiket_Whoosh-21_Februari_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324240/original/057648800_1786695972-bdg2.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1223093/original/001717500_1462280591-20160503-Pasar--Inflasi-Masih-Terkendali-Hingga-Juni-Jakarta-Angga-Yuniar-01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363401/original/094715100_1790856957-1000459907.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1954437/original/003823600_1519994760-20180302-Dolar-AY1.jpg)