Jakarta – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mendorong pemanfaatan komoditas perkebunan untuk menghasilkan produk hilir bernilai tambah sekaligus memperkuat ekosistem industri halal nasional.
Upaya tersebut dilakukan melalui keikutsertaan BPDP dalam Halal Indo 2026 yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, pada 24-27 September 2026.
BACA JUGA:Jelang Wajib Halal, Industri Kosmetik dan UMKM Hadapi Tantangan Sertifikasi
BACA JUGA:Bahan Baku Impor Jadi Tantangan Industri Kosmetik Jelang Wajib Halal
BACA JUGA:Kemendag Tegaskan Wajib Halal Oktober 2026 Bukan Larangan Barang Impor
Analis Kerja Sama Kelembagaan BPDP Muhammad Farouq Rosyadi mengatakan, kehadiran BPDP dalam ajang tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan peran dan program lembaga kepada masyarakat. Edukasi juga diarahkan pada potensi kelapa sawit, kakao, dan kelapa untuk dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan peran BPDP agar mudah dipahami, sekaligus menunjukkan bagaimana komoditas kelapa sawit, kakao, dan kelapa dapat dikembangkan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya dalam keteranga tertulis, Kamis (1/10/2026).
Halal Indo 2026 mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem industri halal, memperluas jejaring bisnis, serta meningkatkan daya saing industri halal Indonesia di pasar global.
Pada kegiatan tersebut, BPDP berperan sebagai salah satu sponsor sekaligus menghadirkan booth edukasi. Selain menyampaikan informasi mengenai peran dan program BPDP, booth tersebut menampilkan beragam produk olahan dan inovatif dari UMKM sektor perkebunan.
Produk yang dipamerkan antara lain kerajinan tas berbahan kelapa sawit dari UMKM Mandiri Handcraft Langsa, Aceh. Ada pula produk kebersihan dan kue berbahan olahan kelapa sawit dari UMKM LPP Yogyakarta.
/2026/03/08/1389890413.jpg)
/2025/12/05/291552133.jpg)
/2026/06/09/493072376.jpg)
/2025/11/28/1073548291.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5299141/original/036414800_1753783117-IMG-20250729-WA0008.jpg)








:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363401/original/094715100_1790856957-1000459907.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1954437/original/003823600_1519994760-20180302-Dolar-AY1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363405/original/094446300_1790857719-publikasi_1790852625_6abe3e11d4523.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349966/original/058703200_1789550901-email-attachment_2026_09_16_immanuel-christian_dirjen-pajak-angkat-bicara-soal-rotasi-pejabat-pajak-penyebab-purbaya-dipecat_IMG_7089.jpeg)