Jakarta – Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), Adhi S Lukman menyambut baik pembebasan bea masuk kedelai dan gandum impor. Industri makanan dan minuman Indonesia diprediksi semakin kuat.
Diketahui, hal tersebut tertuang dalam kesepakatan perdagangan Agreement on Resiprocal Trade (ART) yang diteken Indonesia dan AS. Adhi memandang, beban masyarakat atas produk olahan dengan gandum dan kedelai bisa berkurang.
BACA JUGA:Impor Gandum dan Kedelai AS Bebas Tarif Masuk Indonesia
BACA JUGA:Harga Kedelai Naik Bertahap, Perajin Tahu di Jawa Timur Tertekan Biaya Produksi
BACA JUGA:12 Bahan Alami yang Jadi Rahasia Perawatan Kulit Cerah ala Jepang, Wajib Dicoba
BACA JUGA:Kopi Garut dan Kedelai Klaten Naik Kelas Bersama PT Kliring Berjangka Indonesia
Alternatif beberapa bahan baku pangan dari AS yang dibebaskan bea masuknya bisa mendukung pertumbuhan industri sekaligus menurunkan beban masyarakat serta meningkatkan daya saing, kata Adhi saat dihubungi www.wmhg.org, Sabtu (21/2/2026).
Dia memastikan, bahan baku industri yang di impor dari AS itu tidak akan mengganggu hasil produksi lokal. Sekalipun ada, jumlahnya belum bisa memenuhi kebutuhan skala industri.
Bahan baku tersebut memang tidak ada atau tidak cukup tersedia di dalam negeri, sehingga tidak menggangu rekan-rekan petani. Yang penting pemerintah bisa mengatur keseimbangan dengan baik, tutur dia.
Adhi juga melihat beberapa komoditas asal Indonesia yang mendapat dari 0% masuk AS. Hal itu diyakini mampu meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar Amerika Serikat.
Kami apresiasi upaya pemerintah Presiden, Menko Perekonomian dan seluruh jajaran yang telah bekerja keras negosiasi. Bersama asosiasi bahu membahu menyiapkan bahan negosiasi. Capaian ini bisa memberi dampak positif terhadap industri pangan di Indonesia, tandasnya.
/2025/11/20/148874979.jpg)
/2021/11/18/1612827877.jpg)
/2023/07/27/1172885582.jpg)
/2022/03/08/639541023.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3309036/original/007411800_1606469656-20201127-Upah-buruh-tani-naik-angga-1.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4674211/original/014291300_1701747020-aleksi-raisa-DCCt1CQT8Os-unsplash.jpg)

/2025/12/23/385340156.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2858898/original/006856400_1563614299-20190720-Gangguan-Bank-Mandiri-HERMAN-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5276247/original/033412300_1751948567-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3490938/original/091266200_1624439228-20210623-Penjualan-Obat_-alkes_-dan-Vitamin-Meningkat-tallo-3.jpg)