Jakarta – Kebutuhan likuiditas yang kian tinggi di masyarakat dan pelaku usaha mendorong Industri pergadaian nasional terus tumbuh. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran pinjaman industri pergadaian secara nasional terus melaju kencang dengan pertumbuhan dua digit melebihi 33% Year-on-Year (YoY), dengan total penyaluran pinjaman menembus angka di atas Rp 103,36 triliun.
Saat ketidakpastian ekonomi makro global dan pelemahan daya beli membayangi setahun terakhir, industri gadai justru mencatatkan performa yang mengagumkan.
BACA JUGA:Harga Emas 24 Karat 27 Agustus 2026 di Antam, Pegadaian hingga Hartadinata
BACA JUGA:Pegadaian Salurkan Bantuan Jembatan Raba Sa’u, Perkuat Mobilitas Warga Desa Mawu
Peta persaingan pun kian berwarna. Tak lagi didominasi penuh BUMN, lanskap pergadaian nasional kini diwarnai ekspansi masif dari pemain gadai swasta berizin resmi OJK. Lokasinya bahkan tumbuh menjamur di sudut-sudut kota hingga pemukiman padat penduduk.
Kehadiran aturan tegas seperti POJK Nomor 39 Tahun 2024 dan UU P2SK kian mempercepat pembersihan pasar dari pemain gadai informal, menjadikan industri ini semakin modern dan terpercaya.
Pergadaian kini digandrungi karena skema penjaminan berbasis aset (collateral-based lending). Saat perbankan formal makin selektif menyalurkan kredit akibat kekhawatiran risiko, dan pinjaman online (pinjol) tergerus stigma bunga mencekik, gadai hadir sebagai katup pengaman yang aman, cepat, dan terprediksi.
Pergadaian kini tak lagi identik dengan masyarakat yang menggadaikan emas beberapa gram atau sepeda motor untuk memenuhi kebutuhan mendesak. Di segmen lain, transaksi gadai berlangsung lebih eksklusif dengan aset bernilai tinggi sebagai agunan.
Jam tangan Patek Philippe, Audemars Piguet, dan Rolex, tas Hermes Birkin, perhiasan berlian, hingga logam mulia dalam jumlah besar mulai menjadi bagian dari aset yang dapat diagunkan.
Direktur PT Lesca Gadai Premier, Bastian Purnama mengatakan kenaikan harga emas dapat dimanfaatkan pemilik aset untuk memperoleh likuiditas tanpa melepas kepemilikan.
Melalui skema pendanaan berbasis aset atau asset-backed lending, mereka dapat memanfaatkan nilai laten dari koleksi premium tersebut secara maksimal, ujar dia, Kamis (27/8/2026).
Memasuki paruh kedua tahun 2026, kenaikan harga emas dunia yang menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah di tengah ketidakpastian geopolitik global justru membuka peluang emas bagi para pebisnis.

/2026/03/27/169984859.jpg)
/2024/09/01/577969006.jpg)
/2026/03/17/1361567992.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334127/original/030623300_1787821057-Menteri_Perdagangan_Budi_Santoso-27_Agustus_2026d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6998573/original/053700600_1779768852-AP26142839887177.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4178553/original/009309300_1664767985-Screenshot_2022-10-03-11-05-23-095_com.google.android.youtube.jpg)






:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333831/original/071969400_1787808523-IMG_6669.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6474214/original/050462200_1779335109-IMG_4483.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311632/original/008964700_1785413345-gi6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320316/original/034290200_1786344835-Menko_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-10_agustus_2026b.jpg)