Jakarta – Selat Hormuz diperkirakan dibuka kembali lewat kesepakatan tahan lama pada kuartal pertama 2027, menurut lembaga pemeringkat Fitch Ratings. Skenario ini menjadi asumsi dasar seiring peringkat kredit kedaulatan di seluruh Timur Tengah dan Afrika Utara tetap tangguh terhadap perang Amerika Serikat (AS)-Iran.
Harga minyak yang lebih tinggi, pemulihan ekspor minyak, dan penyangga finansial yang besar telah mendukung profil kredit kedaulatan di kawasan tersebut. Hal ini disampaikan Fitch dalam komentar yang menyertai analisis kredit sejawat regional terbarunya, mengutip Anadolu, Selasa (13/10/2026).
BACA JUGA:AS Sita Kripto Terkait Iran Rp 17,89 Triliun
BACA JUGA:Harga Minyak Hari Ini Melesat Tersengat Komentar Trump Soal Iran
Negara-negara Gulf Cooperation Council (GCC) dan Irak menanggung dampak terberat dari konflik ini. Negara-negara itu menghadapi serangan sporadis dari Iran dan kelompok proksi regional, sekaligus gangguan terhadap jalur utama ekspor hidrokarbon mereka.
Di wilayah lain di kawasan ini, sejumlah faktor mengimbangi dampak kenaikan harga minyak. Di antaranya dukungan kuat eksternal bagi Mesir dan Yordania, pertumbuhan pariwisata pesat di Mesir, dan investasi asing langsung yang sehat di Maroko.
Reformasi fiskal yang moderat juga membantu menstabilkan rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) di kawasan ini. Meski demikian, otoritas setempat tetap mewaspadai tekanan terhadap stabilitas sosial.
Rata-rata peringkat kedaulatan di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara tidak berubah selama 12 bulan terakhir. Kenaikan peringkat untuk Oman dan penurunan peringkat untuk Bahrain, terjadi sebelum perang dimulai.
/2025/02/17/71934753.jpg)
/2026/06/04/605781479.jpg)
/2025/10/27/64741537.jpg)
/2022/08/03/1972868173.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372151/original/039119100_1791869318-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_09.22.44.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369421/original/043306800_1791522749-email-attachment_2026_10_09_immanuel-christian_defisit-apbn-rp-319-triliun-menkeu-waspadai-lonjakan-harga-minyak-dan-risiko-global_IMG_7644.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4383851/original/077849900_1680667414-20230405-Sidang-Donald-Trump-AP-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5230612/original/050320000_1748000406-IMG-20250523-WA0007.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3149803/original/032801800_1591853666-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271752/original/024896400_1603102550-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3932277/original/005220300_1644714392-13_februari_2022-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)