Jakarta – Bagi kebanyakan orang, eceng gondok yang memenuhi sungai di sekitar pemukiman kerap dianggap sekadar gulma pengganggu. Namun di tangan Maryati, warga Tegalwaru, Bekasi, tanaman liar tersebut justru menjadi pundi-pundi rupiah yang bernilai jual tinggi.
Memanfaatkannya sebagai bahan baku gratis yang melimpah di lingkungan tempat tinggalnya, Maryati mengandalkan kreativitas untuk menyulap eceng gondok menjadi aneka kerajinan anyaman bernilai estetis, seperti tas, keranjang, dan beragam perabot rumah tangga.
BACA JUGA:Kredit PNM Tembus Rp 70 Triliun, 12 Juta Nasabah Sudah Terima Pembiayaan
BACA JUGA:PNM Raup Rp 2,59 Triliun dari Orange Bond dan Sukuk
Usaha kerajinan yang dirintis secara perlahan ini mengalami lompatan besar usai Maryati bergabung menjadi nasabah PT Permodalan Nasional Madani (Persero) melalui program PNM Mekaar. Lewat program pendampingan usaha yang diberikan PNM, ia memperoleh dorongan besar untuk memoles kualitas produk sekaligus membuka jaringan pemasaran yang lebih luas.
Kini, karya anyaman berbahan dasar gulma sungai Tegalwaru tersebut telah merambah ke berbagai daerah, termasuk pusat kerajinan dan pariwisata seperti Yogyakarta hingga Bali.
Bagi Maryati, pencapaian ini membuktikan bahwa peluang bisnis besar sebenarnya bisa digali dari hal-hal sederhana di sekitar kita.
Awalnya eceng gondok ini saya lihat tumbuh di sekitar rumah. Dari situ saya berpikir bagaimana tanaman ini bisa dimanfaatkan dan menghasilkan. Alhamdulillah, sekarang kerajinan yang saya buat sudah bisa dipasarkan ke luar daerah. Saya ingin terus mengembangkan usaha ini supaya produknya semakin dikenal,” ujar Maryati dalam keterangan tertulis, Selasa (13/10/2026).
/2025/02/17/71934753.jpg)
/2026/06/04/605781479.jpg)
/2025/10/27/64741537.jpg)
/2022/08/03/1972868173.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355223/original/047451100_1790085132-1000450937.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369421/original/043306800_1791522749-email-attachment_2026_10_09_immanuel-christian_defisit-apbn-rp-319-triliun-menkeu-waspadai-lonjakan-harga-minyak-dan-risiko-global_IMG_7644.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4383851/original/077849900_1680667414-20230405-Sidang-Donald-Trump-AP-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5230612/original/050320000_1748000406-IMG-20250523-WA0007.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3149803/original/032801800_1591853666-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271752/original/024896400_1603102550-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3932277/original/005220300_1644714392-13_februari_2022-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)