Jakarta – Hilirisasi nikel telah mengubah Maluku Utara dari daerah penghasil sumber daya alam menjadi salah satu kawasan industri dengan pertumbuhan ekonomi tinggi di Indonesia.
Pertumbuhan ekonomi tahun lalu mencapai 34% secara tahunan dan pada triwulan I tahun ini sebesar 19,6%, kata Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dikutip dari Antara, Kamis (4/6/2026).
BACA JUGA:Rp 4,1 Triliun Dana Asing Keluar dari RI, Investor Domestik Justru Bertambah
BACA JUGA:Pola Historis Altcoin Season Kembali Muncul, Analis Malah Beri Peringatan
Menurut dia, pengembangan industri hilirisasi nikel telah mendorong investasi, membuka lapangan kerja, membangun infrastruktur industri, serta menghubungkan Maluku Utara dengan rantai pasok global kendaraan listrik dan baja nirkarat.
Ia menjelaskan Maluku Utara telah menjadi salah satu pusat hilirisasi nikel nasional melalui pengembangan kawasan industri seperti Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Halmahera Tengah yang terintegrasi dari pertambangan hingga pengolahan nikel untuk bahan baku baja nirkarat dan baterai kendaraan listrik.
Hilirisasi telah mengubah perekonomian Maluku Utara secara signifikan, ujarnya.
Ia mengatakan Maluku Utara saat ini berkontribusi sekitar seper tujuh produksi nikel global dan menjadi bagian penting dalam rantai pasok mineral kritis dunia.
Sherly menilai tahap berikutnya dari pengembangan hilirisasi perlu difokuskan pada penguatan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.
Tahap berikutnya harus fokus pada manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, tuturnya.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara, lanjut dia, mendorong lebih banyak pelaku UMKM lokal masuk ke rantai pasok industri, mulai dari katering, logistik, jasa perawatan, jasa penatu, hingga penyediaan alat keselamatan kerja.
Selain itu, pemerintah daerah juga memperkuat sektor pertanian dan perikanan agar kebutuhan pangan kawasan industri dapat dipenuhi petani dan nelayan lokal.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282588/original/045207500_1672910856-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3456982/original/084400800_1621147028-business-man-financial-inspector-secretary-making-report-calculating-checking-balance-internal-revenue-service-inspector-checking-document-audit-concept_1423-126.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7846987/original/058551800_1780669445-IMG_4743.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4843043/original/047427000_1716719120-9a24a31a-50a7-45da-8d2e-e2647a68269d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7755744/original/019097000_1780564798-WhatsApp_Image_2026-06-04_at_15.35.54.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2439240/original/018127500_1542966204-20181123-Nilai-Tukar-Rupiah-Menguat-Atas-Dolar-Angga3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7816779/original/017781500_1780634742-WhatsApp_Image_2026-06-05_at_08.50.29_1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5672550/original/053854800_1778484681-IMG_3318.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7749497/original/025677000_1780557634-Maybank_Adv_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5054979/original/081157700_1734432251-20241217-Kenaikan_Harga_Pangan-ANG_8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1400474/original/063702300_1478686860-20161109--Donald-Trump-Unggul-Rupiah-Terpuruk-Jakarta-Angga-Yuniar-04.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5143793/original/048379300_1740553792-WAWANCARA_PRESIDEN_KE-6_SBY_ANG__30_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539712/original/078773900_1774614685-Menteri_Perdagangan_Budi_Santoso-27_Maret_2026b.jpg)