Jakarta – Peneliti Senior Center of Reform on Economics (CORE), Mohammad Ishak Razak, meminta kepada pemerintah agar bisa mengembalikan kepercayaan pasar. Menyusul nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang menembus rekor terbaru di level 18.000.
Menurut dia, optimisme para pelaku pasar untuk berkiprah di pasar domestik jadi hal utama yang perlu dijaga. Khususnya di pasar saham, agar tren arus modal keluar (capital outflow) tidak semakin deras.
BACA JUGA:Dolar AS Sentuh Rp 18.146
BACA JUGA:Rupiah Tembus 18.000, OJK Pastikan Tak Ada Bank Rush
Khususnya investor di pasar modal, ya. Karena bagaimana pun juga yang mempengaruhi secara fluktuatif itu kan di pasar modal, dari pasar saham ataupun di SBN (Surat Berharga Negara), kata Ishak di Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Tak hanya itu, ia pun mengimbau pemerintah agar lebih berhati-hati dalam mencetuskan suatu kebijakan yang punya potensi mengganggu perdagangan.
Ishak lantas mengambil contoh pengumuman soal ekspor satu pintu melalui BUMN PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Menurut dia, kebijakan sejenis itu rawan mengusik kenyamanan para investor.
Kayak kemarin ya, kebijakan seperti Danantara ekspor satu pintu. Menurut kami, kebijakan yang semisal ini ke depannya tidak lagi diumumkan. Karena kemudian menambah ketidakpercayaan atau kestabilan pasar, ungkapnya.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7763181/original/059946300_1780573211-IMG_0933.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3456982/original/084400800_1621147028-business-man-financial-inspector-secretary-making-report-calculating-checking-balance-internal-revenue-service-inspector-checking-document-audit-concept_1423-126.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7846987/original/058551800_1780669445-IMG_4743.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4843043/original/047427000_1716719120-9a24a31a-50a7-45da-8d2e-e2647a68269d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7755744/original/019097000_1780564798-WhatsApp_Image_2026-06-04_at_15.35.54.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2439240/original/018127500_1542966204-20181123-Nilai-Tukar-Rupiah-Menguat-Atas-Dolar-Angga3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7816779/original/017781500_1780634742-WhatsApp_Image_2026-06-05_at_08.50.29_1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5672550/original/053854800_1778484681-IMG_3318.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7749497/original/025677000_1780557634-Maybank_Adv_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5054979/original/081157700_1734432251-20241217-Kenaikan_Harga_Pangan-ANG_8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1400474/original/063702300_1478686860-20161109--Donald-Trump-Unggul-Rupiah-Terpuruk-Jakarta-Angga-Yuniar-04.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5143793/original/048379300_1740553792-WAWANCARA_PRESIDEN_KE-6_SBY_ANG__30_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539712/original/078773900_1774614685-Menteri_Perdagangan_Budi_Santoso-27_Maret_2026b.jpg)