Jakarta – Sebanyak 99 kabupaten/kota di Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi di atas 6% pada semester I 2026. Sejumlah daerah bahkan mampu tumbuh di atas 8% dengan mengandalkan sektor unggulan, mulai dari industri pengolahan hingga peningkatan produktivitas pertanian.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan pertumbuhan ekonomi nasional merupakan akumulasi kinerja ekonomi daerah. Karena itu, penguatan sektor unggulan di kabupaten dan kota menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
BACA JUGA:Data BPS: Daya Beli Tak Melemah, Konsumsi Bergeser ke Hotel dan Restoran
BACA JUGA:Selain Makanan, Biaya Hunian Kuras Pendapatan Warga RI
“Ada 99 kabupaten/kota di Indonesia yang tumbuhnya sudah di atas 6% selama semester I tahun 2026,” ujar Amalia di Kantor BPS, Senin (12/10/2026).
Amalia menyebut sejumlah daerah mampu mencatat pertumbuhan di atas 8% berkat dukungan sektor unggulan, termasuk industri pengolahan dan pertambangan. Namun, daerah yang tidak mengandalkan pertambangan juga mampu mencatat pertumbuhan tinggi melalui optimalisasi potensi ekonomi lokal.
Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, menjadi salah satu contoh daerah yang mampu tumbuh mendekati 7% melalui peningkatan produktivitas pertanian, masuknya investasi, dan pengembangan industri pengolahan porang.
“Di Sidrap itu contoh kabupaten yang bisa tumbuh mendekati 7% karena dia meningkatkan produktivitas sektor pertanian,” kata Amalia.
Dia menambahkan pengembangan industri pengolahan dapat memperkuat kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian daerah. “Dia juga mendorong investasi masuk, membuat industri porang di situ, dan ekonomi bisa tumbuh,” ujarnya.
Amalia juga menyoroti ketimpangan pertumbuhan antardaerah yang perlu menjadi perhatian pemerintah. Menurut dia, pemerintah perlu mempercepat pertumbuhan ekonomi Sumatra dan sejumlah provinsi yang masih tumbuh di bawah rata-rata nasional, sedangkan seluruh provinsi di Pulau Jawa telah tumbuh di atas rata-rata nasional pada semester I 2026.
/2022/08/03/1972868173.jpg)
/2025/11/26/1477201872.jpg)
/2025/10/27/64741537.jpg)
/2016/07/12/223925999.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5204944/original/045984900_1746029198-IMG-20250430-WA0046.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4116746/original/043885700_1659961538-FOTO.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5506649/original/000018600_1771473527-WhatsApp_Image_2026-02-19_at_10.36.40__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876285/original/011593500_1719462277-fotor-ai-2024062711138.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/966239/original/043979200_1440492322-20150825--Keselamatan-Tenaga-Kerja-Jakarta-01.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309012/original/011632200_1785214700-Gemini_Generated_Image_5o6uim5o6uim5o6u.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192687/original/099233200_1595929321-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352147/original/086289000_1610959706-20210118-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5133405/original/8100_1739534500-DALL__E_2025-02-14_19.00.12_-_A_digital_illustration_featuring_various_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___and_meme_coi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313338/original/051092900_1785634551-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_35_29_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4838233/original/057874200_1716263381-AP24141612292346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)