Jakarta – Diskusi mengenai efektivitas penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah di jajaran Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) terus bergulir. Kebijakan pemanfaatan kas negara ini menjadi sorotan di tengah upaya pemerintah mengoptimalkan stimulus ekonomi serta menjaga stabilitas likuiditas di sektor keuangan nasional.
ASEAN Economist & Senior Vice President Global Economics and Markets Research UOB Indonesia, Enrico Tanuwidjaja menegaskan, berdasarkan teori makroekonomi, lokasi penempatan dana—baik di Himbara maupun dikembalikan ke Bank Indonesia (BI)—bukanlah persoalan utama. Hal terpenting adalah pengelolaannya tetap produktif dan efisien.
BACA JUGA:Destry Damayanti Lantik Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Ini Pesannya
BACA JUGA:Utang Luar Negeri Indonesia Sentuh Rp 8.041, 77 Triliun pada Juli 2026
Secara teori makro itu tidak masalah. Yang penting adalah produktivitasnya. Itu masalah bagaimana channeling-nya saja. Jadi idealnya tetap produktif dan efisien, ujar Enrico usai acara UOB Media Circle 2026 di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Mengenai peluang pengembalian dana tersebut ke BI, Enrico menyebut keputusan itu merupakan kewenangan penuh Kementerian Keuangan.
Saya bilang itu hak prerogatif mereka. Namun intinya, kalaupun dijalankan, harus kredibel, akuntabel, dan efisien. Masalah disimpan di mana atau oleh siapa, itu hanya masalah teknis dan mekanisme, tegasnya.
/2026/05/26/298353930.jpg)
/2025/04/04/2125923608.jpg)
/2026/05/25/188974398.jpg)
/2026/05/01/886842996.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348970/original/032033900_1789464844-IMG_7078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3291090/original/060643400_1604902998-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515324/original/038648100_1772170585-Maybank_Indonesia_office.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346696/original/041602600_1789193559-Untitled.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310807/original/088871800_1785371580-Gemini_Generated_Image_hjxpijhjxpijhjxp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192688/original/061754900_1595929322-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271750/original/055065600_1603102549-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172726/original/046657700_1594117380-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983416/original/027398600_1730112255-fotor-ai-20241028174236.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816481/original/059395900_1714383540-fotor-ai-20240429133650.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302028/original/043459600_1753970064-Gemini_Generated_Image_3a22373a22373a22.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)