Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump pmenetapkan tarif terbaru sebesar 10% dan 12,5% pada Kamis, 23 Juli 2026, dengan dalih membatasi produk dari negara-negara yang terlibat dalam praktik kerja paksa. Kebijakan yang akan memengaruhi lebih dari 80 negara ini diduga diberlakukan untuk mengganti bea masuk global sebesar 10% yang akan berakhir pada Jumat (24/7/2026).
Melansir The Guardian, Jumat (24/7/2026), Presiden Trump mencoba untuk menerapkan kebijakan perdagangan yang agresif meski dihadang oleh Mahkamah Agung (MA) AS. Kebijakan ini menerapkan tarif kepada Inggris, Meksiko, Kanada, Australia, India, China, dan 27 negara lain di dalam Uni Eropa.
BACA JUGA:Rupiah Hari Ini Tertekan terhadap Dolar AS Tersengat Tarif Impor Trump
BACA JUGA:Malaysia Tak Goyah Ditekan AS, Tutup Pintu bagi Warga Israel
BACA JUGA:Donald Trump Terapkan Tarif Baru ke 60 Negara, Indonesia Kena 10%
BACA JUGA:Trump Ancam Houthi dengan Serangan Militer Besar-besaran
Tarif ini menggantikan tarif tetap sebesar 10% yang sebelumnya diberlakukan Februari lalu, tepat setelah MA mengungkap bahwa banyak tarif sebelumnya yang sebenarnya ilegal.
Kebijakan baru yang diumumkan pada hari Kamis oleh perwakilan perdagangan AS, Jamieson Greer, berdasar pada Pasal 301 Undang-Undang Perdagangan Tahun 1974, yang menargetkan negara yang terlibat dalam praktik kerja paksa.
“AS telah menerapkan larangan impor hasil praktik kerja paksa selama hampir satu abad, dan itu diterapkan dengan sangat ketat. Sekarang saatnya mitra perdagangan kita melakukan hal serupa,” ujar Greer.
“Saya terinspirasi oleh mitra dagang yang sigap menerapkan larangan hasil praktik kerja paksa, dan saya tidak sabar melihat penerapan efektifnya,” lanjutnya.
Protes dari Negara Terdampak
Australia dan Brasil menggambarkan tarif terbaru ini sebagai tak adil, dan akan berusaha menghapusnya, sedangkan menteri luar negeri Norwegia mengatakan bahwa tarif ini tidak berdasar.



/2025/05/02/207630351.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539267/original/091129700_1774595159-IMG-20260327-WA0004.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306780/original/061138500_1784897996-AP25080501331876.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3149800/original/042221500_1591853664-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307324/original/059018200_1784985808-WhatsApp_Image_2026-07-25_at_13.31.45__2_.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172726/original/046657700_1594117380-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4321119/original/016730100_1676131004-WhatsApp_Image_2023-02-11_at_8.13.16_AM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013694/original/080364800_1651632347-000_329D9VK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306958/original/054761000_1784945184-ChatGPT_Image_Jul_25__2026__09_06_13_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2947434/original/027332300_1571819804-Ilustrasi_Goldman_Sachs__AFP_PHOTO_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5323535/original/084422800_1755774380-Gemini_Generated_Image_p11luwp11luwp11l.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5027996/original/052986200_1732861136-fotor-ai-20241129131637.jpg)