Jakarta – Bank Indonesia (BI) menilai DKI Jakarta masih menarik untuk menjadi tujuan investasi ke depannya. Kondisi ekonomi di Jakarta yang positif dinilai mampu jadi pilihan investor.
Ekonom Ahli Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta, Sakti Arif Wicaksono menguraikan sejumlah data yang bisa jadi rujukan investor. Mulai dari tingkat inflasi hingga tren positif pertumbuhan ekonomi.
BACA JUGA:BI Rate Naik, Pengusaha Tahan Ekspansi Bisnis
BACA JUGA:BI Rate Naik, OJK Cermati Dampak ke Perbankan
BACA JUGA:OJK Paparkan Penyebab IHSG Melonjak 7,5%
Tingkat inflasi DKI Jakarta berada di level 2,49 persen per Mei 2026 secara tahunan, angka yang masih dalam sasaran aman. Kemudian, ekonomi Jakarta tumbuh positif 5,59 persen pada kuartal I-2026.
Jadi tentunya beberapa perkembangan makroekonomi Jakarta ini bisa menjadi salah satu potensi untuk bagaimana investasi dari luar negeri maupun dari dalam negeri bisa terus berlanjut ya di tahun 2026 dan tentunya di tahun 2027, kata Sakti dalam konferensi pers Jakarta Investment Festival 2026, secara daring, Selasa (9/6/2026).
Dia menjelaskan, upaya BI dan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga terbukti mampu mencatatkan inflasi pada kisaran aman. Terjaganya tingkat inflasi ini diyakini mampu jadi tanda daya beli masyarakat terjaga.
Artinya ini bisa menjadi salah satu peluang bahwa kita bisa menjaga daya beli masyarakat Jakarta ini tetap tumbuh tinggi ke depannya, ucap dia.
Di sisi lain, kata Sakti, proyek multitahun di DKI Jakarta yang masih berjalan menunjukkan geliat investasi masih bergerak di Ibu Kota. Proyek baru pun dinilai bisa dilirik investor.
Upaya untuk mengurangi birokrasi, kemudian juga komitmen untuk mengurangi hambatan-hambatan dari investasi di Jakarta ini juga cukup terus berlanjut dan tentunya ini ke depannya akan menjadi salah satu poin bahwa Jakarta bisa lebih prospektif ya ke depannya bagi calon-calon investor yang untuk masuk ke Jakarta, jelas dia.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728992/original/071767300_1706507168-IMG-20240129-WA0008.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8067924/original/082139500_1780912668-Foto3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579813/original/028606800_1778076450-1000310580.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7747364/original/060448600_1780555000-3.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2849790/original/043609100_1562754392-20190710-Rupiah-Stagnan-Terhadap-Dolar-AS3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3000972/original/026902200_1576748930-20191219-BI-Pertahankan-Suku-Bunga-Acuan-di-5-Persen-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2889634/original/024713600_1566465083-20190822-BI-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875742/original/093303000_1719401842-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5128632/original/6000_1739254916-DALL__E_2025-02-11_13.21.11_-_A_futuristic_and_dynamic_digital_illustration_of_a_Shiba_Inu_dog_as_a_cryptocurrency_meme_token._The_Shiba_Inu_has_a_confident_and_playful_expression_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302027/original/031341800_1753970046-Gemini_Generated_Image_8k5rmv8k5rmv8k5r.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)