Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (16/10/2026). Mata uang Garuda terkoreksi 89 poin atau 0,50% ke posisi 18.027 per dolar AS, setelah sebelumnya berada di level 17.938 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, menyebut pelemahan rupiah ini dipicu oleh potensi suku bunga AS yang bakal bertahan tinggi dalam jangka waktu lebih lama (higher for longer).
BACA JUGA:Rupiah 18.000 dan IHSG Anjlok, Airlangga Akhirnya Buka Suara
BACA JUGA:Rupiah Tembus 18.000 per Dolar AS, BI Perkuat Intervensi Pasar Valas
BACA JUGA:Rupiah Tembus 18.000 Hari Ini 16 Oktober 2026
Ia menjelaskan bahwa tingkat inflasi AS pada September 2026 melonjak menjadi 3,7% secara tahunan (year-on-year), naik dari posisi 3,4% pada Agustus. Lonjakan ini membuat pelaku pasar kini makin cemas mengamati arah kebijakan moneter Bank Sentral AS, The Federal Reserve (The Fed).
Jika suku bunga AS bertahan tinggi lebih lama, dolar AS berpotensi tetap kuat dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, ucapnya dikutip Antara.
Selain masalah suku bunga, eskalasi ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah turut memperberat langkah rupiah. Kondisi ini dikhawatirkan dapat melesitkan harga minyak dunia, yang ujung-ujungnya memperbesar kebutuhan devisa Indonesia demi membiayai impor energi.
/2019/08/05/1615535358.jpg)
/2026/06/04/605781479.jpg)
/2025/03/02/139327218.jpg)
/2026/05/21/1815365879.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374949/original/074571300_1792114740-Gerai_Koperasi_DesaKelurahan_Merah_Putih__KDKMP__Meruya_Selatan-16_Oktober_2026b.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371919/original/008702900_1791854435-000_D2Z484J.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371761/original/067679800_1791804950-AP26285357585394.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375288/original/014736400_1792137857-WhatsApp_Image_2026-10-16_at_14.37.29.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375273/original/094643000_1792137403-email-attachment_2026_10_16_immanuel-christian_pemerintah-sebut-msci-tidak-selalu-benar-investor-diminta-hitung-risiko-sendiri_IMG_7918.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375274/original/063521000_1792137427-email-attachment_2026_10_16_immanuel-christian_pemerintah-sebut-msci-tidak-selalu-benar-investor-diminta-hitung-risiko-sendiri_IMG_7915.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375327/original/058514600_1792139593-OJK-16_Oktober_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332713/original/035698300_1787716579-IMG_20260826_101455.jpg)