Jakarta – Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung menilai ekonomi Indonesia tidak masuk dalam indikator krisis. Menurutnya, sederet capaian menunjujkan angka yang positif.
Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 sebesar 5,61 persen, inflasi April 2026 sebesar 2,42 persen, konsumsi rumah tangga 5,52 persen, jadi indikator positif. Belum lagi peningkatan belanja negara tumbuh 34,3 persen dengan pendapatan negara yang tembus Rp 918 triliun per April 2026.
BACA JUGA:Harga Emas Dunia Naik 1% karena Kekhawatiran Inflasi Mereda
BACA JUGA:Harga Emas Perhiasan Hari Ini 25 Mei 2026: Simak Daftar Lengkap di Sini
BACA JUGA:Harga Minyak dan Gas Diprediksi Masih Tinggi di Eropa
BACA JUGA:Harga Emas Turun Lagi, Spekulasi Suku Bunga Jadi Beban
Angka defisit APBN juga dipandang masih terkendali pada level 0,64 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka-angka ini memperkuat kalau ekonomi Indonesia tidak dalam keadaan krisis.
Tadi Pak Misbakhun (Ketua Komisi XI DPR) sempat menyinggung bahwa banyak kalangan, baik di media termasuk media sosial mengatakan ekonomi kita menuju krisis seperti 97-98, kalau melihat angka-angka tadi jauh dari situasi krisis, ungkap Juda dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah 2026, di Balai Kartini, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Mengacu pada krisis di berbagai negara, Juda menyampaikan ada tiga susmber krisis. Pertama, krisis fiskal yang terjadi di Amerika Latin pada 1980-an. Kala itu, defisit fiskal membengkan dan tak bisa ditutup pemerintah. Sekalipun obligasi diterbitkan, namun tidak diserap oleh pasar.
Berbeda dengan Indonesia saat ini dengan tingkat defisit APBN di bawah 3 persen. Serta investor masih memandang positif terhadap prospek ekonomi Tanah Air.
Kalau investor tidak percaya pada yield kita, pada fiskal kita, maka yield-nya akan melonjak, sekarang ini di sekitar 6,5-6,7%, enggak jauh beda dengan sebelum terjadinya, ya ada peningkatan tapi tidak signifikan peningkatannya. Jadi fiskal, krisis yang bersumber dari fiskal, tidak ada tanda-tandanya, jelas Juda Agung.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4869298/original/087620500_1718880147-20240620-Bank_Indonesia-ANG_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4880407/original/032839300_1719840035-IFG_Life.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4802755/original/092840900_1713245923-20240416-Hari_Pertama_ASN_Setelah_Cuti_Lebaran-HER_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6377629/original/006536800_1779252749-Rapat_DPR.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1420675/original/050202900_1480428315-20161129--Pasar-Keramik-Nasional-Mulai-Meningkat-Jakarta--Angga-Yuniar-02.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3188320/original/078196100_1595493634-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4835850/original/094493600_1716028703-20240518-Cuaca_Panas_India-AP_1.jpg)