Jakarta – Bank Indonesia (BI) tengah mematangkan penyesuaian skema insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) sebagai upaya menjaga bunga kredit perbankan tetap terkendali di tengah kenaikan suku bunga acuan. Langkah ini dilakukan agar penyaluran kredit kepada pelaku usaha maupun masyarakat tidak terhambat akibat meningkatnya biaya pinjaman.
Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Dhaha P. Kuantan, menjelaskan bahwa selama ini KLM berfungsi memperkuat transmisi kebijakan moneter, terutama saat BI menurunkan suku bunga acuan. Melalui mekanisme tersebut, penurunan BI Rate dapat lebih cepat diteruskan oleh perbankan ke dalam bentuk bunga kredit yang lebih rendah.
BACA JUGA:BI Siapkan Instrumen Baru Agar Dana Investor Tetap di Rupiah
BACA JUGA:BI Ungkap Pembatasan Beli Valas Bukan Kebijakan Dadakan
BACA JUGA:BI Bakal Batasi Lagi Pembelian Dolar AS
Data BI menunjukkan rata-rata suku bunga kredit perbankan masih melanjutkan tren penurunan. Pada Maret 2026, bunga kredit berada di level 9,03 persen dan turun menjadi 8,95 persen pada April 2026.
“Suku bunga kredit kalau yang kita cermati dari Maret itu besarannya sekitar 9,03 persen, April itu di 8,95 persen, jadi masih melanjutkan tren penurunan sesuai dengan transmisi BI Rate. Memang yang dulu turun, terus stay jadi ada lag effect,” kata Dhaha dalam Media Briefing Bank Indonesia di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (23/5/2026).
Menurutnya, penurunan bunga kredit yang terjadi saat ini merupakan dampak lanjutan dari pelonggaran suku bunga yang dilakukan BI pada periode sebelumnya. Namun, kondisi tersebut berpotensi berubah setelah BI menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen pada Mei 2026.
Untuk mengantisipasi kenaikan bunga kredit yang berlebihan, BI akan mengubah cara perhitungan insentif KLM. Nantinya, pemberian insentif akan mempertimbangkan selisih antara BI Rate dengan tingkat bunga kredit yang diterapkan masing-masing bank.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4835850/original/094493600_1716028703-20240518-Cuaca_Panas_India-AP_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4880407/original/032839300_1719840035-IFG_Life.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4802755/original/092840900_1713245923-20240416-Hari_Pertama_ASN_Setelah_Cuti_Lebaran-HER_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6377629/original/006536800_1779252749-Rapat_DPR.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1420675/original/050202900_1480428315-20161129--Pasar-Keramik-Nasional-Mulai-Meningkat-Jakarta--Angga-Yuniar-02.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3188320/original/078196100_1595493634-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4753187/original/088955000_1708926807-Screenshot_20240226_112613_YouTube.jpg)