Jakarta – Istilah desil semakin sering muncul dalam pembahasan bantuan sosial (bansos). Terbaru, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) akan dibatasi dengan menggunakan acuan desil.
Desil merupakan pengelompokan keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial dan ekonomi yang digunakan pemerintah untuk memetakan kondisi masyarakat.
BACA JUGA:Prabowo Sebut 3 Juta Keluarga Sudah Terdaftar Digitalisasi Bansos
BACA JUGA:259 Penerima Bansos di Tangerang Terlibat Judi Online
BACA JUGA:Ragam Hoaks Link Pendaftaran Bansos, Awas Jangan Tertipu
BACA JUGA:Stok Beras Bulog Tembus 5,4 Juta Ton, Bansos 30 Kg Siap Cair
Dalam sistem desil, masyarakat dibagi menjadi 10 kelompok, mulai dari desil 1 hingga desil 10. Setiap kelompok secara umum mewakili sekitar 10% keluarga berdasarkan peringkat kesejahteraannya.
Semakin kecil angka desil, semakin rendah posisi kesejahteraan keluarga. Sebaliknya, semakin besar angka desil, semakin tinggi tingkat kesejahteraannya.
Dengan demikian, desil 1 merupakan kelompok 10% keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok 10% keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.
Namun, penentuan desil tidak hanya melihat penghasilan keluarga. Pemerintah menggunakan sejumlah indikator sosial dan ekonomi untuk menentukan posisi suatu keluarga.
Dikutip dari Antara, Senin (17/8/2026), data Cek Bansos Kementerian Sosial (Kemensos) mencakup variabel seperti pekerjaan, pendidikan, kondisi tempat tinggal, daya listrik, hingga kepemilikan aset.
Karena itu, penghasilan tertentu tidak otomatis membuat seseorang masuk ke desil tertentu. Kondisi sosial dan ekonomi keluarga secara keseluruhan turut diperhitungkan.
Data desil saat ini menjadi bagian dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang digunakan pemerintah sebagai salah satu basis dalam menentukan sasaran program perlindungan sosial.

/2026/04/28/1835199726.jpg)
/2024/01/02/255420581.jpg)
/2020/10/07/991384626.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542212/original/065975700_1774936641-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8821088/original/039186700_1782912172-gedung_ditjen_pajak-1_Juli_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3985854/original/017397500_1649154112-20220405-Bank-Dunia-Ekonomi-Indonesia-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4527808/original/089132000_1691313398-drawkit-illustrations-5xlHjrzQO54-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320607/original/004066500_1786358780-IMG_6396.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3458471/original/078083500_1621321945-20210518-Harga-Emas-Antam-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4103056/original/068493900_1658923736-Harga_emas_menguat_tipis-ANGGA_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313336/original/086824700_1785634470-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_33_41_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983416/original/027398600_1730112255-fotor-ai-20241028174236.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573199/original/080057300_1777884181-ChatGPT_Image_May_4__2026__03_42_23_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3653282/original/032068500_1638698485-Mark_Cuban.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325605/original/023566800_1786882249-James_Eugene_-_VP_of_Business_Development_INDODAX__1_.jpg)