Jakarta – Managing Director, Chief India Economist and Macro Strategist sekaligus ASEAN Economist HSBC Pranjul Bhandari menilai kekhawatiran pasar terkait potensi pelanggaran batas defisit fiskal 3% kembali menguat seiring rilis realisasi defisit fiskal 2025.
Ia mengungkapkan, angka defisit fiskal 2025 tercatat sebesar 2,9% dari Produk Domestik Bruto (PDB), lebih tinggi dari proyeksi awal. Kondisi tersebut memunculkan spekulasi bahwa target atau batas defisit 3% berpotensi terlampaui pada 2026.
BACA JUGA:Defisit APBN Melebar, Menko Airlangga Pede Tak Ganggu Minat Investor
BACA JUGA:Kurs Dolar Menguat, Rupiah Melemah ke Rp 16.829 per Dolar AS
BACA JUGA:Alasan Purbaya Tak Mau Pangkas Belanja Buat Tahan Defisit APBN
BACA JUGA:Defisit APBN 2025 Sentuh 2,92%, Nilainya Capai Rp 695,1 Triliun
“Defisit fiskal 2025 tercatat di 2,9%, lebih tinggi dari yang sebelumnya diperkirakan. Awalnya di kisaran 2,5%, kemudian direvisi menjadi 2,7%, dan akhirnya menutup tahun di 2,9% dari PDB,” ujar Pranjul Bhandari dalam Media Briefing HSBC Indonesia Economy & Investment Outlook 2026, Senin (12/1/2026).
Menurutnya, lonjakan defisit fiskal pada 2025 dipengaruhi oleh lemahnya pertumbuhan PDB nominal yang berdampak pada penerimaan pajak, bersamaan dengan meningkatnya belanja pemerintah, termasuk peluncuran skema bantuan sosial seperti program pangan gratis.
Meski demikian, Pranjul menilai kondisi pada 2026 berpotensi berbeda, seiring peluang membaiknya pertumbuhan ekonomi nominal dan penerimaan pajak. Ia juga menyinggung pengalaman berbagai negara dalam menjalankan skema bantuan sosial yang umumnya tidak langsung membebani fiskal secara berlebihan.
“Saya mendengar langsung konferensi pers menteri keuangan dan sejauh ini ia masih menyampaikan komitmen untuk tetap berpegang pada batas defisit 3%. Jadi untuk saat ini, saya akan berpegang pada itu,” katanya.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/05/07/739346899.jpg)
/2022/01/30/1813839003.jpg)
/2025/10/17/669022889.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5429999/original/089186100_1764649357-9.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5446005/original/088102100_1765870455-2578__1_.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469582/original/070942900_1768133712-SPinjam_Jelas_Tanpa_Jebakan_-_KV.png)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5470548/original/093400200_1768209884-jem5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4156441/original/068897800_1663062670-Emas5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5295262/original/098760000_1753431699-Gemini_Generated_Image_mluj6mluj6mluj6m.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5467311/original/035350200_1767870813-Screenshot_2026-01-08_174617.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469994/original/094042700_1768193914-Akses_menuju_Bandara_Internasional_Soekarno_Hatta__terendam_banjir.jpg)