Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data backlog perumahan atau keluarga yang belum memiliki rumah per 2026 ini. Hasilnya, 9,29 juta rumah tangga atau keluarga belum memiliki hunian sendiri.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan, backlog perumahan secara nasional pada 2026 turun sekitar 350 ribu keluarga dari 2025. Data itu dikumpulkan dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dijalankan BPS.
BACA JUGA:Data BPS: 18,01 Juta Keluarga Masih Tinggal di Rumah Tak Layak Huni
BACA JUGA:Mendagri Dorong Pemanfaatan Rilis Publikasi Statistik Perumahan BPS untuk Tekan Backlog
BACA JUGA:Cek Fakta: Hoaks Tabel Sistem Desil Terbaru dari Kemensos
Jumlah backlog 1 pada tahun 2026 sebanyak 9,29 juta rumah tangga atau turunnya sebanyak 350 ribu dari tahun sebelumnya, kata Amalia dalam Publikasi Statistik Perumahan Tahun 2026, di Kantor BPS, Jakarta, Kamis (13/9/2026).
Pada 2025, BPS mencatat jumlah keluarga yang belum memiliki rumah sebanyak 9,64 juta rumah tangga.
Dia menerangkan angka backlog juga turun secara persentase. Pada 2025, backlog rumah mencapai 13%, dan turun jadi 12,39% pada 2026. Angka ini turun sekitar 0,61% dalam jangka waktu satu tahun.
Berdasarkan Susenas 2026 pada bulan Maret, kemudian kami memperbarui data backlog ini, backlog 1 yaitu jumlah dan persentase rumah tangga yang belum memiliki rumah, secara persentase mengalami penurunan dari 13% pada tahun 2025 bulan Maret menjadi 12,39% pada bulan Maret 2026, jelas dia.
Tiga Provinsi Paling Banyak Backlog
Sebelumnya, Pemerintah mencatat tiga provinsi dengan jumlah backlog kelayakhunian terbesar di Indonesia yang tetap menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan perumahan nasional. Ketiganya yakni Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memastikan terus memperkuat tata kelola penyelenggaraan Program 3 Juta Rumah melalui pemanfaatan data yang akurat, terintegrasi, dan berbasis fakta lapangan.

/2026/05/11/461819512.jpg)
/2026/04/21/554952456.jpg)
/2017/01/20/1509762729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4892588/original/096587300_1721098009-Gaya_Santai_Orang_Terkaya_dan_Berkuasa_Ketika_Kumpul-AFP__6_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5277965/original/072538000_1752051227-AP25190063457589.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3484415/original/045108700_1623842085-20210616-NERACA-DAGANG-RI-SURPLUS-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338026/original/049980200_1788273977-1000427123.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3458471/original/078083500_1621321945-20210518-Harga-Emas-Antam-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219633/original/084845400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552280/original/064193900_1775805339-Gemini_Generated_Image_ugntt4ugntt4ugnt_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293736/original/020014800_1783747097-ChatGPT_Image_Jul_11__2026__12_17_56_PM.jpg)