Jakarta – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) melihat dampak yang cukup berat dari kenaikan harga plastik yang terjadi belakangan. Bahkan, pengusaha dihadapkan pada posisi yang sulit. Ketua Umum Apindo, Shinta Kamdani mengatakan, kenaikan harga plastik imbas kondisi geopolitik di Timur Tengah menekan pengusaha. Perlunya menjaga harga di tingkat konsumen, padahal ada kenaikan biaya produksi.
Dalam situasi ini, pelaku usaha berada pada posisi yang sangat menantang: di satu sisi harus menjaga harga tetap terjangkau bagi konsumen untuk mempertahankan daya beli masyarakat. Di sisi lain, tekanan kenaikan biaya terus meningkat secara signifikan, kata Shinta saat dihubungi www.wmhg.org, Kamis (9/4/2026).
BACA JUGA:10 Bisnis Warung Rumahan yang Tidak Butuh Kulkas tapi Laris, Lapak Kecil tapi Untung Maksimal
BACA JUGA:Munas HIPMI 2026, Akbar Buchari: Waktunya Konsolidasi Hadapi Tantangan Geopolitik
BACA JUGA:Pengusaha Minta WFH Diiringi dengan Kebijakan Pendukung
Dia mengatakan, tersendatnya arus logistik di Selat Hormuz memicu kenaikan harga minyak mentah dan nafta sebagai bahan baku utama petrokimia global. Serta, menimbulkan lonjakan biaya logistik dan terbatasnya pasokan bahan baku secara global.
Kondisi ini yang mendorong kenaikan harga resin plastic dan memberikan tekanan langsung dan signifikan terhadap biaya operasional dunia usaha, khususnya sektor yang sangat bergantung pada kemasan seperti makanan dan minuman, FMCG, farmasi, logistik, dan ritel, ucap dia.
Shinta mencatat, kenaikan harga plastik sudah berada di atas batas normal. Bahkan pada beberapa kategori tertentu ada kenaikan lebih dari 100% dengan pasokan yang semakin terbatas.
Mengingat komponen plastik dapat mencapai 20-40% dari cost of goods, bahkan hingga 50-80% pada produk tertentu, lonjakan ini secara langsung mendorong kenaikan biaya produksi secara keseluruhan, sebut Shinta.

/2025/08/04/2059509624.jpg)
/2021/09/11/1184819573.jpg)
/2026/01/18/2123596038.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550512/original/099241000_1775701889-WhatsApp_Image_2026-04-08_at_8.51.49_PM.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3043542/original/085460400_1580992196-20200206-Penggunaan-Kantong-Plastik-Masih-Marak-di-Pasar-Tebet-IQBAL-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551851/original/080783400_1775783585-d6f42e15-61a2-4931-8543-c943cd99e82e.jpeg)
/2025/08/11/510014266.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723186/original/087016300_1705921832-fotor-ai-2024012218923.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369940/original/015660100_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369942/original/091580800_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4805341/original/055600100_1713432002-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375574/original/030742400_1538739776-20181005-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551467/original/045475100_1775726993-IMG-20260409-WA0168.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5547987/original/012195700_1775482007-IMG_3262.jpeg)