Jakarta – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengolah lahan tidur pascabencana menjadi lebih produktif dan menopang ekonomi masyarakat. Hal ini dilakukan di wilayah dekat area tambang Pongkor, Kabupaten Bogor, yang dikelola Antam.
Sekretaris Perusahaan Antam, Wisnu Danandi Haryanto, mengungkap inisiatif Garitan Kalongliud mengolah 150 hektare (ha) lahan desa Kalongliud yang rusak akibat bencana pada 2020 lalu. Dalam enam tahun, kawasan itu berubah menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat.
BACA JUGA:Harga Perak Antam Hari Ini 24 Februari 2026 Melonjak Signifikan, Peluang Investasi Menarik
BACA JUGA:Harga Emas Antam 24 Februari 2026 Kembali Lewati Rp 3 Juta, Siap Cetak Rekor Lagi!
BACA JUGA:Harga Perak Antam Hari Ini 23 Februari 2026 Melonjak Rp 1.100
BACA JUGA:Harga Emas Antam Hari Ini 23 Februari 2026 Naik Rp 16.000, Cek Rinciannya di Sini
“Program Garitan Kalongliud menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan aspek lingkungan, tetapi juga mencakup penguatan ekonomi dan ketahanan sosial, ungkap Wisnu dalam keterangan resmi, Senin (23/2/2025).
Sebagai informasi, ratusan lahan pertanian terdampak banjir banjir dan longsor 6 tahun lalu. Pandemi Covid-19 kala itu membuat lahan pascabencana malah menjadi lahan tidak produktif ditengah kebutuhan pangan dan ekonomi masyarakat yang meningkat.
Antam kemudian datang membawa konsep pertanian sirkular. Dalam penerapaannya, limbah lokal, termasuk kotoran ternak domba, diolah menjadi pupuk organik, sehingga mampu menekan penggunaan pupuk kimia hingga 50 persen. Sistem irigasi tetes mampu membawa efisiensi konsumsi air hingga 60 persen.
Pendapatan kelompok tani meningkat hingga 65 persen, sementara biaya pupuk menurun sekitar 50 persen. Pada periode budidaya cabai 2024–2025, kegiatan usaha mencatatkan keuntungan sebesar Rp 246.258.000.
Perjalanan Kalongliud menunjukkan bahwa pemulihan desa tidak selalu harus dimulai dari intervensi besar, melainkan dari perancangan sistem yang tepat. Dari lahan tidur yang kembali hidup, desa perlahan membangun ketahanan pangan dan ekonomi dengan pijakan yang lebih berkelanjutan, tuturnya.
/2025/07/29/1849039643.jpg)
/2025/12/25/1288847629.jpg)
/2025/07/29/1628369530.jpg)
/2025/03/26/628035943.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5256720/original/046490700_1750248775-f3bdce7a-e287-4a17-b7bd-c5e2c5499ba6.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5510318/original/082211400_1771824708-One_Raffles.jpg)


/2025/12/25/2038046436.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5510852/original/003256100_1771840702-Kepala_BOPPJ_Didit_Herdiawan_Ashaf-23_Februari_2026c.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5508522/original/073889200_1771577837-Tata_Motors_Indonesia_Secures_its_Biggest_Order__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5510999/original/069334100_1771853027-WhatsApp_Image_2026-02-23_at_09.16.31.jpeg)