Jakarta – Sektor perkebunan kelapa kini mendapat perhatian serius dari pemerintah karena potensinya yang sangat besar. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa kelapa merupakan komoditas strategis bernilai tambah tinggi yang menjadi salah satu prioritas utama pimpinan negara.Â
Perkebunan dan hilirisasi produk kelapa mendapat perhatian khusus Bapak Presiden, kata Menko Zulhas di Manado, dikutip Antara, Kamis (8/10/2026).
BACA JUGA:Hari Kelapa Sedunia (World Coconut Day): Manfaat Kelapa & Potensi Ekspor Kelapa RI
BACA JUGA:6 Tanaman yang Punya Banyak Bagian Berguna, Tidak Cuma Buahnya
Menko Zulhas menyampaikan bahwa pembahasan mengenai hilirisasi kelapa kerap diangkat langsung oleh Presiden dalam rapat terbatas. Sebagai langkah konkret dukungan pemerintah, kelembagaan yang sebelumnya dikenal sebagai Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), yang dulu berada di bawah Kementerian Ekonomi kini dialihkan ke Kemenko Pangan.
Tinggal menunggu harmonisasi. Kelapa ini akan menjadi salah satu komoditas yang utama untuk kita kembangkan, katanya.
Dari sisi ekonomi, Menko Zulhas mengungkapkan bahwa nilai jual kelapa saat ini telah melampaui hasil komoditas perkebunan lainnya. Bahkan, para pelaku industri sawit mengakui bahwa potensi keuntungan dari sektor kelapa kini jauh lebih menjanjikan.
Pernyataan tersebut disampaikan Menko Zulhas saat membuka gelaran \’World Coconut Day 2026\’ di Manado. Acara berskala global ini berlangsung pada 7–10 Oktober 2026 atas kerja sama International Coconut Community (ICC) dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Atas nama pemerintah Indonesia, saya mengucapkan selamat datang kepada para delegasi negara-negara anggota International Coconut Community (ICC), katanya.
/2023/10/01/342276568.jpg)
/2024/01/17/2061950103.jpg)
/2026/05/21/1931422383.jpg)
/2020/02/14/1217679269.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540890/original/069512000_1774841005-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3284618/original/004329100_1604313218-20201102-Hari-ini-Rupiah-Ditutup-melemah-atas-dolar-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296727/original/008242400_1784022507-3fa60472-8dcd-43de-8f2d-dc9c188e0f52.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368404/original/053332500_1791433059-email-attachment_2026_10_08_ariefhakim-at-klyid_menkeu-suahasil-fiskal-dan-danantara-saudara-kembar_1000466331.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349515/original/027309100_1789531590-Gemini_Generated_Image_eq0tzleq0tzleq0t.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192692/original/073777800_1595929324-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352147/original/086289000_1610959706-20210118-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028259/original/049109300_1732871661-fotor-ai-2024112916147.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306954/original/097594000_1784943789-ChatGPT_Image_Jul_16__2026__07_22_35_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913280/original/009736000_1643034734-24_januari_2022-4.jpg)