Jakarta – Ekonomi di negara-negara Teluk dapat pulih pesat pada 2027, seiring Bank Dunia atau World Bank memproyeksikan pertumbuhan 10,3% jika konflik Amerika Serikat (AS)-Iran tidak meningkat tahun ini. Klaim ini dibuat dengan asumsi produksi minyak dan pengiriman kembali normal awal 2027. Perdagangan, pariwisata, dan aktivitas domestik juga diprediksi pulih setelah peperangan yang dipicu AS ini.
Dampak konflik tersebut, yang telah menyebabkan gangguan hebat di Selat Hormuz, diperkirakan menyebabkan perekonomian negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk, atau Gulf Cooperation Council (GCC) mengalami kontraksi sebesar 4,3% pada 2026, menurut laporan tersebut.
BACA JUGA:Pakistan Berpotensi Kantongi Rp 21,4 Triliun dari IMF
BACA JUGA:BI: Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan Butuh Modal, Inovasi dan Talenta
BACA JUGA:10 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia Bisnis Asia Versi Fortune
Melansir Arab News, Kamis (8/10/2026), produk domestik bruto (PDB) di Timur Tengah, Afrika Utara, Afghanistan, dan Pakistan juga diproyeksikan merosot 2,1% tahun ini, mengikuti pertumbuhan 3,3% pada 2025.
Menurut World Bank, pertumbuhan pada 2027 akan didorong oleh produksi hidrokarbon dan ekspor, tetapi pemulihan wilayah masih butuh upaya kebijakan yang berkelanjutan.
Jika konflik ini mereda hingga akhir 2026, pertumbuhan di wilayah MENAAP, termasuk Iran, diproyeksikan pulih ke 7,8% pada 2027, yang mayoritas didorong oleh pemulihan produksi hidrokarbon dan ekspor. Namun, pemulihan wilayah tidak bisa dipastikan dan butuh upaya kebijakan berkelanjutan,” ujar World Bank.
/2023/10/01/342276568.jpg)
/2024/01/17/2061950103.jpg)
/2026/05/21/1931422383.jpg)
/2020/02/14/1217679269.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368556/original/028422800_1791439454-Ilustrasi_Boots-Unsplash-maksimshiriagin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3284618/original/004329100_1604313218-20201102-Hari-ini-Rupiah-Ditutup-melemah-atas-dolar-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296727/original/008242400_1784022507-3fa60472-8dcd-43de-8f2d-dc9c188e0f52.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368404/original/053332500_1791433059-email-attachment_2026_10_08_ariefhakim-at-klyid_menkeu-suahasil-fiskal-dan-danantara-saudara-kembar_1000466331.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349515/original/027309100_1789531590-Gemini_Generated_Image_eq0tzleq0tzleq0t.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192692/original/073777800_1595929324-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352147/original/086289000_1610959706-20210118-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028259/original/049109300_1732871661-fotor-ai-2024112916147.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306954/original/097594000_1784943789-ChatGPT_Image_Jul_16__2026__07_22_35_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913280/original/009736000_1643034734-24_januari_2022-4.jpg)