Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis laporan terbaru mengenai pola belanja masyarakat Tanah Air. Hasilnya menunjukkan adanya disparitas yang sangat mencolok antarwilayah, baik dari sisi kemampuan ekonomi maupun tingginya biaya hidup.Â
Berdasarkan publikasi BPS bertajuk \’Pengeluaran untuk Konsumsi Penduduk Indonesia Maret 2026\’, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan penduduk Indonesia secara nasional mencapai Rp 1,62 juta, atau tepatnya Rp 1.626.832. Angka tersebut terdiri atas pengeluaran makanan sebesar Rp 814.288 (50,05%) dan bukan makanan sebesar Rp 812.544 (49,95%).
BACA JUGA:Selain Makanan, Biaya Hunian Kuras Pendapatan Warga RI
BACA JUGA:Orang Kota Banyak Belanja Non-Pangan, Warga Desa Fokus Kebutuhan Pokok
BACA JUGA:BPS Ungkap Kelompok Termiskin Habiskan 64% Anggaran Buat Makan
Membedah data BPS, Minggu (11/10/2026), ada 10 daerah dengan pengeluaran per kapita terbesar yang memunculkan fenomena menarik, yaitu tingginya angka pengeluaran tidak selalu mencerminkan tingginya gaya hidup, melainkan juga tingginya beban biaya logistik.Â
Provinsi DKI Jakarta menduduki posisi puncak sebagai daerah dengan pengeluaran per kapita sebulan tertinggi di Indonesia, yaitu mencapai Rp 3,07 juta per bulan. Di Jakarta, porsi belanja bukan makanan, seperti perumahan, transportasi, serta jasa, jauh lebih dominan dengan persentase mencapai 61,14%.
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan penduduk Provinsi DKI Jakarta adalah sebesar Rp 3.077.110, yang terdiri atas pengeluaran makanan sebesar Rp 1.195.685 dan bukan makanan sebesar Rp 1.881.425, tulis BPS dalam publikasinya..
Kondisi bertolak belakang terjadi di Provinsi Papua Pegunungan yang mencatatkan total pengeluaran Rp 1,86 juta per kapita sebulan. Di provinsi baru ini, tingginya pengeluaran masyarakat justru didominasi oleh urusan isi perut. Pangsa pengeluaran pangan masyarakat Papua Pegunungan menembus angka 68,00% dari total anggarannya.
Penduduk Provinsi Papua Pegunungan mencatatkan rata-rata pengeluaran untuk makanan terbesar di Indonesia, yaitu mencapai Rp 1.267.707 per kapita sebulan, tulis BPS.
/2026/06/19/1835987008.jpg)
/2025/09/05/1983514634.jpg)
/2025/04/15/1380802889.jpg)
/2024/10/24/1148559830.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370659/original/078974900_1791653338-1000468753.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3617288/original/052829700_1635503921-20211029-Neraca-perdagangan-RI-alamai-surplus-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4875742/original/093303000_1719401842-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372866/original/085182200_1791898517-email-attachment_2026_10_13_ardiansyah-putra_bukan-cuma-batu-bara-kai-angkut-296-ribu-ton-semen-dan-bbm-di-lampung_1001758121.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913279/original/044672700_1643034569-24_januari_2022-3.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532280/original/085965300_1628161371-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881568/original/087545300_1719967244-fotor-ai-2024070373816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3458468/original/004833700_1621321944-20210518-Harga-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4527216/original/053880700_1691248902-Kripto_9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2050779/original/091139900_1522730510-20180403-Bitcoin-AFP1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313336/original/086824700_1785634470-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_33_41_AM.jpg)