Jakarta – Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengungkap sederet masalah BUMN Karya. Mulai besarnya utang perusahaan, hingga anak-cucu usaha BUMN yang juga menghadapi masalah.
Hal tersebut menjadi tantangan dalam restrukturisasi BUMN sektor konstruksi yang tak kunjung selesai. Menurutnya, masalah-masalah tersebut yang perlu diselesaikan secara menyeluruh.
BACA JUGA:Manajemen Buka Suara Soal Alasan Direktur Niaga Garuda Indonesia Diberhentikan Sementara
BACA JUGA:BUMN Pengolah Peledak Dahana Dibidik Untung Rp 2 Triliun pada 2030
BACA JUGA:Tekan Biaya Pakan, Berdikari Salurkan 5.000 Ton SBM ke Peternak Rakyat
Persoalannya itu cukup luas. Pertama bahwa liabilitasnya besar-besar, utangnya besar-besar. Yang kedua, masalahnya ini tidak hanya di level holding. Tetapi dia punya anak-anak perusahaan yang juga bermasalah, jata Dony di Kompleks Parlemen, dikutip Rabu (19/8/2026).
Dia mencatat, setiap BUMN karya punya anak-cucu usaha hingga 20 entitas. Belum lagi, proses penyelesaiannya harus dilakukan satu per satu. Sehingga proses pembenahan tata kelolanya memakan waktu yang tidak sebentar.
Di masing-masing karya itu punya anak lagi kan. Ada cucu. Semuanya bermasalah juga. Jadi kita mesti bereskan itu one by one, satu per satu, satu per satu. Inilah yang memakan waktu, tegas dia.
Kepala Badan Pengaturan BUMN ini mengaku bisa saja mengambil cara instan, namun, ada dampak lain yang harus ditanggungnya. Itu kan gampang saja, kita bisa mergerkan, kita pailitkan, dan sebagainya, tapi kan kami memikirkan juga dampaknya. Dampaknya apa untuk ekosistem yang lainnya. Jadi memang hati-hati sekali. Inilah yang memakan waktu, beber dia.
Kejar Tahun Ini
Dony menyampaikan pembenahan perlu dilakukan satu per satu agar masalah tersebut tak kembali muncul di kemudian hari. Masyarakat harus tahu bahwa problem ini kan sudah cukup lama dan besar. Inilah yang satu per satu. Karena dampaknya itu kan ratusan triliun utangnya mereka. Ini yang total di antara perusahaan-perusahaan karya itu. Inilah yang pelan-pelan mesti dibereskan, jelas dia.

/2026/01/05/1182545391.jpg)
/2025/06/21/1603286281.jpg)
/2022/10/28/1634090740.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540890/original/069512000_1774841005-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3601860/original/065983700_1634177953-000_9PJ4CW.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324491/original/040483600_1786709302-email-attachment_2026_08_14_dimaswicaksana_pemerintah-bakal-tertibkan-kopdes-merah-putih-termasuk-yang-ada-di-pegunungan_IMG_20260814_172146_939.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547796/original/037439600_1775471566-5a30db31-a405-4d32-ac64-4d8bd20e48bc.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4674211/original/014291300_1701747020-aleksi-raisa-DCCt1CQT8Os-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327219/original/035331600_1787063003-1000413133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1771061/original/001170700_1510740048-Golongan-Daya-Listrik-1.300-3.300-VA-Dihapus2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4274409/original/021986200_1672159993-8f557a33-f781-40cd-8613-36073eb01c65.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8630196/original/049757800_1782628026-WhatsApp_Image_2026-06-28_at_12.58.06.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)