Jakarta – Emas kembali menjadi sorotan pasar global setelah bank sentral China atau People’s Bank of China (PBOC) mencatatkan pembelian emas untuk bulan ke-15 berturut-turut hingga Januari 2026. Langkah ini mempertegas strategi Beijing dalam memperkuat cadangan devisa sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap aset berbasis dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.
Dilansir dari CNA, Senin (09/02/2026), data resmi PBOC menunjukkan cadangan emas China naik menjadi 74,19 juta ons troy murni pada akhir Januari, sedikit meningkat dibandingkan posisi Desember sebesar 74,15 juta ons.
BACA JUGA:Harga Emas Melonjak saat Bitcoin Tertekan di Bawah USD 90.000
BACA JUGA:Saat Saham dan Kripto Bergejolak, ICMSS Soroti Emas sebagai Alternatif Investasi
BACA JUGA:Harga Emas Hari Ini Masih Perkasa, Analis Ungkap Target XAUUSD Selanjutnya
Kenaikan volume cadangan tersebut turut mendorong lonjakan signifikan pada nilai cadangan emas China. Nilainya tercatat melonjak menjadi USD 369,58 miliar atau sekitar Rp 6.207 triliun (estimasi kurs Rp 16.795 per dolar AS) dari sebelumnya USD 319,45 miliar, sekitar Rp 5.365 triliun pada akhir Desember.
Peningkatan nilai ini terjadi seiring reli tajam harga emas dunia yang sempat menembus rekor tertinggi sepanjang masa di kisaran USD 5.600, sekitar Rp 94 juta per ons, dipicu oleh aksi beli spekulatif serta meningkatnya permintaan aset lindung nilai.
Namun, volatilitas harga emas masih tinggi. Setelah mencapai level tertinggi, harga emas spot mengalami koreksi tajam usai penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve AS berikutnya.
Harga emas bahkan sempat anjlok hingga USD 4.403,24, hampir Rp 74 juta per ons sebelum kembali menguat dan kini diperdagangkan di sekitar USD 4.960, atau setara Rp 83 juta per ons. Kondisi ini mencerminkan ketidakpastian pasar yang masih membayangi prospek suku bunga global dan arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
/2024/09/05/1607807087.jpg)
/2025/08/15/913378509.jpg)
/2025/11/28/671909164.jpg)
/2023/08/27/2045889489.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5376373/original/001849000_1760002493-IMG-20251009-WA0006__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5494435/original/015567000_1770289364-WhatsApp_Image_2026-02-05_at_4.14.56_PM__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496271/original/079386600_1770520171-Screenshot_2026-02-08_at_10.01.03.png)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497711/original/020774400_1770680315-1aadc6a4-2f69-4f7f-bc71-7700a2127556.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497769/original/031078900_1770688032-IMG_1212.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497783/original/035354500_1770688726-IMG_1161.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497961/original/095553400_1770695547-WhatsApp_Image_2026-02-10_at_09.47.05.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484453/original/024648100_1769429500-tom4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4011972/original/012375300_1651298812-20220430-Pedagang_di_Tol_Jalan_tol_Cikopo_-_Palimanan_KM_73-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497606/original/095836000_1770639069-IMG_1162.jpeg)