Jakarta – Pemerintah memastikan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng rakyat Minyakita tetap dipertahankan di level Rp 15.700 per liter meski biaya produksi mengalami kenaikan seiring menguatnya harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar global.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), Muhammad Qodari, mengatakan keputusan tersebut diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk menjaga keterjangkauan kebutuhan pokok masyarakat di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dihadapi sebagian warga.
BACA JUGA:Alasan Pemerintah Tahan Harga Eceran Minyakita Rp 15.700 per Liter
BACA JUGA:Daftar Harga Pangan Hari Ini 17 Juni 2026 Cabai hingga Minyak Goreng
Menurut Qodari, Presiden Prabowo Subianto menempatkan akses masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau sebagai prioritas utama. Karena itu, pemerintah memilih menahan harga Minyakita agar tidak membebani daya beli masyarakat, terutama kelompok rentan.
“Pemerintah memahami bahwa harga kebutuhan pokok selalu menjadi perhatian utama keluarga Indonesia. Karena itu, meskipun biaya produksi meningkat, harga Minyakita tetap dipertahankan di angka Rp 15.700 per liter,” kata Qodari melalui Youtube Bakom RI, Senin (22/6/2026).
Ia menegaskan, langkah tersebut mencerminkan keberpihakan pemerintah terhadap kesejahteraan rakyat. Selain menjaga harga tetap stabil, pemerintah juga berupaya memastikan ketersediaan pasokan di lapangan.
Qodari menjelaskan distribusi Minyakita akan terus difokuskan ke pasar rakyat agar produk tersebut lebih mudah diakses masyarakat. Pemerintah juga berkomitmen memperkuat pengawasan terhadap rantai distribusi guna memastikan harga yang diterima konsumen sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Fokus pemerintah saat ini adalah memperkuat distribusi Minyakita sehingga masyarakat dapat memperoleh pasokan yang cukup dan berkelanjutan, khususnya di pasar-pasar rakyat,” ujarnya.



/2024/10/08/516836979.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4338235/original/007397900_1677404463-20230226-Kereta-Lebaran-Faizal-10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263270/original/011050800_1781874244-1000353365.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2921616/original/011797600_1569399780-20190925-Buruh-NKRI-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8318107/original/002868700_1782186014-IMG_4971.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309787/original/094950500_1782176241-IMG_4935.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/976571/original/042940100_1441279137-harga-emas-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4837495/original/096209800_1716195903-Harga_emas_cetak_rekor_tertinggi-ANGGA_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4838233/original/057874200_1716263381-AP24141612292346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028256/original/032953400_1732871460-fotor-ai-20241129161044.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)