Jakarta – Bank Indonesia (BI) diproyeksikan bakal mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 22–23 September 2026.
Keputusan ini dinilai menjadi langkah moderat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan ekonomi global, fluktuasi harga minyak dunia, hingga kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed).
BACA JUGA:Rupiah Hari Ini Lesu ke 17.884 Tersengat Antisipasi Kenaikan Suku Bunga The Fed
BACA JUGA:IHSG Hari Ini Anjlok 1,69% ke 6.277, Harga Minyak dan Rupiah Membebani
BACA JUGA:BI Angkat Bicara soal Fenomena Berburu Tanda Tangan Purbaya di Rupiah Kertas
BACA JUGA:Daftar Rupiah Dicabut BI, Masih Bisa Ditukar 2 Tahun Lagi
Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai langkah The Fed yang menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4,00% pada pertengahan September telah diantisipasi BI. Terbukti, BI Rate telah dinaikkan secara kumulatif sebesar 100 basis poin pada Mei–Juni 2026.
Menurut Josua, pergerakan nilai tukar rupiah tetap menjadi fokus utama BI dalam RDG kali ini.
Pertimbangan pertama BI tentu stabilitas rupiah, dan di sinilah situasinya lebih menantang dibandingkan RDG Agustus, ujar Josua, dikutip Selasa (2221/9/2026).
Per 21 September, rupiah berada di kisaran 17.800 per dolar AS. Josua menyebut tekanan terhadap mata uang Garuda dipicu oleh harga minyak dunia yang bertahan di atas US$ 100 per barel, tingginya kebutuhan valas importir, serta keluarnya modal asing (capital outflow).
Kondisi ini kian diperberat oleh defisit transaksi berjalan triwulan II 2026 yang mencapai 3,3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
/2025/05/23/885020992.jpg)
/2025/07/27/1310870912.jpg)
/2023/08/22/326576934.jpg)
/2025/09/29/255160793.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354434/original/015876200_1790051742-email-attachment_2026_09_22_immanuel-christian_lbea-cukai-tindak-impor-ilegal-beras-dan-garam-serta-balpres-senilai-rp27-miliar_IMG_7226.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4269838/original/098490100_1671710597-BKI_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354433/original/099424600_1790051727-email-attachment_2026_09_22_immanuel-christian_lbea-cukai-tindak-impor-ilegal-beras-dan-garam-serta-balpres-senilai-rp27-miliar_IMG_7249.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353342/original/073453900_1789961127-IMG_7201.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805339/original/033825900_1713432001-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_1.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310807/original/088871800_1785371580-Gemini_Generated_Image_hjxpijhjxpijhjxp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875742/original/093303000_1719401842-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)